REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat kembali membuka ruang apresiasi bagi para pencinta seni lewat Pameran Temporer ke-4 Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan itu menampilkan karya-karya perupa Banua dengan mengusung tema Lanskap Banjar Kontemporer.
Tema tersebut memotret keindahan alam, budaya serta dinamika kehidupan masyarakat Banjar yang diinterpretasikan melalui sudut pandang seniman kontemporer.
Sejumlah karya maestro ikut menghiasi ruang pamer, termasuk lukisan milik Gusti Sholihin, seniman asal Kalsel yang telah menembus panggung seni internasional hingga Sao Paulo, Brazil.
Pameran resmi dibuka oleh Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Kamis (11/12) siang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para perupa yang mempercayakan karyanya untuk dipamerkan di museum daerah tersebut.
“Museum Lambung Mangkurat adalah salah satu UPT kami. Saya berharap museum ini semakin sering menjadi wadah pamer bagi karya, budaya, dan aktivitas seniman Banua. Terima kasih kepada para seniman yang telah mempercayakan karya-karyanya di sini,” ujar Galuh Tantri kepada awak media.
Ia menambahkan, sejumlah karya yang ditampilkan merupakan hasil kreasi seniman yang telah dikenal secara nasional bahkan menjadi favorit pejabat pusat di bidang kebudayaan.
“Insya Allah saya juga berniat membeli salah satu karya beliau. Harapan saya semakin banyak seniman Banua yang menghasilkan karya terbaik dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Galuh Tantri mengungkapkan rencana perbaikan fasilitas Museum Lambung Mangkurat, mengingat beberapa bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa kita renovasi tanpa menghilangkan unsur budaya yang ada,” tuturnya. Pameran terserbut diharapkan dapat menjadi ruang interaksi antara seniman dan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Museum Lambung Mangkurat sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Kalimantan Selatan.



