REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat struktur dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak untuk tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC), yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PKB di Kalimantan Selatan dalam menyusun kekuatan politik menghadapi dinamika ke depan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dari pusat hingga daerah.
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar diwakili oleh Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Syaiful Huda. Turut mendampingi, Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan Cucun Ahmad Syamsurijal, beserta jajaran pengurus DPW, DPC, hingga pengurus anak cabang dari tiga wilayah.

Muscab secara resmi dibuka oleh Syaiful Huda yang dalam arahannya menegaskan pentingnya penguatan organisasi partai secara menyeluruh. Ia menyebut Kalimantan sebagai wilayah strategis dalam peta politik nasional, sehingga membutuhkan kerja-kerja politik yang konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, PKB tidak boleh hanya hadir saat momentum pemilu 5 tahunan, tetapi harus terus hidup dan berinteraksi dengan masyarakat setiap hari. “PKB boleh disebut sudah setengah tua, tetapi tetap menjadi partai masa depan. Karena PKB tidak dibangun di atas satu kaki politik saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, PKB mengusung politik idealisme dan politik kemasyarakatan yang menjadikan kedekatan dengan rakyat sebagai kekuatan utama.
“PKB adalah politik kehadiran. Bukan politik lima tahunan, tetapi politik harian yang setiap saat harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja, menyusun program kerja, serta memperkuat soliditas kader.
Ia mengajak seluruh kader PKB di Kalimantan Selatan untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Muscab ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa seluruh struktur partai berjalan seirama dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Menariknya, Muscab kali ini menghadirkan mekanisme pemilihan ketua DPC yang lebih terbuka dan selektif dibandingkan sebelumnya. Setiap DPC melaksanakan sidang pleno secara terpisah di ruangan berbeda, guna memastikan proses berjalan fokus dan demokratis.
Untuk DPC PKB Kabupaten Banjar, sidang dipimpin langsung oleh Syaiful Huda sebagai ketua sidang, dengan Siska Amalia bertindak sebagai sekretaris sidang.
Dalam mekanisme tersebut, DPC terlebih dahulu mengusulkan atau merekomendasikan minimal lima nama calon ketua. Nama-nama tersebut kemudian dibahas dalam forum Muscab untuk mendapatkan persetujuan dari pengurus anak cabang di tingkat kecamatan.

Setelah mendapatkan persetujuan, para calon akan mengikuti tahapan fit and proper test sebagai bentuk uji kelayakan dan kepatutan. Proses ini menjadi penentu sebelum akhirnya ditetapkan sebagai ketua DPC terpilih.
Skema ini dinilai mampu menghasilkan kepemimpinan yang lebih berkualitas, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi di daerah.
Ketua DPC PKB Kabupaten Banjar sekaligus ketua pelaksana M Zaini dalam penyampaiannya menegaskan bahwa Muscab menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antar pengurus, sekaligus memperjelas arah gerak partai di tingkat lokal.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh struktur, mulai dari DPC hingga anak cabang, menjadi modal utama dalam memperluas basis dukungan masyarakat.
“Dengan keterlibatan semua elemen partai, kami optimistis PKB semakin siap menghadapi tantangan politik ke depan,” ujarnya.
Melalui Muscab ini, PKB menargetkan terbentuknya kepengurusan yang solid, program kerja yang terarah, serta peningkatan peran partai di tengah masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PKB untuk terus hadir dan bekerja nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.
Dengan konsolidasi yang semakin kuat dan sistem kaderisasi yang lebih selektif, PKB optimistis mampu mempertahankan eksistensinya sebagai partai yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan politik elektoral, tetapi juga pada kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.



