Minggu, 5 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Modernisasi Relawan PMI Banjarmasin Jadi Kunci Penguatan Layanan Kemanusiaan di Era Digital

Az-Zukhairy by Az-Zukhairy
19 Desember 2025
A A
Modernisasi Relawan PMI Banjarmasin Jadi Kunci Penguatan Layanan Kemanusiaan di Era Digital
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi dan kompleksitas persoalan sosial perkotaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin menghadapi tantangan serius dalam mengelola ribuan relawan yang menjadi tulang punggung layanan kemanusiaan. Modernisasi sistem relawan melalui digitalisasi dan pengembangan kompetensi kini dinilai sebagai kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Berdasarkan data resmi PMI Kota Banjarmasin tahun 2024, tercatat sebanyak 1.905 relawan aktif yang tersebar dalam berbagai tingkatan, mulai dari PMR Mula, Madya, Wira hingga KSR dan TSR. Jumlah ini menjadi kekuatan besar dalam menjalankan mandat kemanusiaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Namun di sisi lain, besarnya jumlah relawan justru memunculkan tantangan manajerial jika tidak diiringi sistem pengelolaan modern.

Relawan PMI Kota Banjarmasin terlibat langsung dalam berbagai layanan krusial, seperti operasional ambulans 24 jam, evakuasi banjir, penanganan kebakaran, pengobatan massal, edukasi pasca pandemi COVID-19, hingga kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tingginya intensitas tugas tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pembinaan berkelanjutan dan sistem manajemen relawan yang terintegrasi.

Tantangan Digital dan Ketimpangan Kompetensi

Salah satu persoalan utama yang mengemuka adalah rendahnya literasi digital sebagian relawan, terutama relawan senior, yang berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan aplikasi SIAMO (Sistem Informasi Administrasi Manajemen Operasi). Padahal, SIAMO dirancang sebagai tulang punggung digital untuk pendataan, penugasan, hingga pelaporan aktivitas relawan.

LihatJuga :

PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK

Legislator ini Sambut Baik Panen Raya Padi di Kapuas Kuala, Dukung Program Swasembada Pangan

Legislator DPRD Kapuas H. Pahmi Apresiasi Rencana Panen Raya Ketahanan Pangan TNI di Bataguh

Dukung Penuh Program “Lewu Bersinar”, Anggota DPRD Kapuas H. Pahmi Dorong Pemerataan Infrastruktur

“Perbedaan usia, latar belakang pendidikan, dan pengalaman teknologi membuat adopsi sistem digital belum berjalan merata,” ungkap salah satu temuan dalam kajian kebijakan internal PMI Kota Banjarmasin. Akibatnya, data relawan kerap tidak mutakhir dan proses penugasan masih dilakukan secara manual.

Selain persoalan digital, ketimpangan kompetensi relawan juga menjadi isu krusial. Hingga kini, belum terdapat kurikulum pelatihan berjenjang dan mekanisme penilaian kompetensi yang baku. Kondisi tersebut membuat penempatan relawan di lapangan kerap tidak sesuai dengan kapasitas dan keahliannya, berpotensi menurunkan efektivitas bahkan meningkatkan risiko dalam operasi kemanusiaan.

Ancaman Bencana dan Tuntutan Profesionalisme

Sebagai kota yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya, Banjarmasin membutuhkan relawan yang adaptif, terlatih, dan responsif. Tren global yang dirilis International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) menunjukkan bahwa transformasi digital mampu meningkatkan efisiensi manajemen relawan hingga 60 persen.

IFRC melalui World Disaster Report dan agenda IFRC 2030 juga menekankan pentingnya penguatan relawan muda dan pemanfaatan teknologi sebagai motor perubahan organisasi kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan komposisi relawan PMI Kota Banjarmasin yang didominasi pelajar dan generasi muda pada kelompok PMR Madya dan Wira.

Namun tanpa sistem pembinaan yang terstruktur, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Padahal, AD/ART PMI 2024–2029 secara tegas mengamanatkan pembinaan relawan yang terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Arah Kebijakan: Digitalisasi dan Unit Manajemen Profesional

Menjawab tantangan tersebut, sejumlah rekomendasi strategis mulai mengemuka. Pertama, modernisasi manajemen relawan berbasis digital melalui optimalisasi SIAMO, penyederhanaan fitur, serta pelatihan literasi digital menyeluruh bagi relawan lintas usia.

Kedua, penyusunan kurikulum pelatihan dan jenjang kompetensi berjenjang, mencakup pertolongan pertama, manajemen bencana, layanan donor darah, komunikasi kemanusiaan, logistik darurat, hingga literasi digital. Dengan sistem ini, penugasan relawan dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan terukur.

Ketiga, pembentukan Unit Manajemen Relawan Profesional di lingkungan PMI Kota Banjarmasin. Unit ini diharapkan menjadi pusat pengelolaan rekrutmen, pelatihan, monitoring, evaluasi, serta pengembangan kapasitas relawan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas.

Peran Pemerintah Daerah Dinanti

Modernisasi sistem relawan PMI tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan. Mengingat peran strategis PMI dalam pelayanan kesehatan dan kebencanaan, investasi pada penguatan relawan sejatinya merupakan investasi pada ketahanan kota dan keselamatan masyarakat.

Dengan implementasi digitalisasi, penguatan kompetensi, dan manajemen profesional secara simultan, PMI Kota Banjarmasin diharapkan mampu meningkatkan efektivitas layanan donor darah, kesiapsiagaan bencana, serta respons kemanusiaan lainnya secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.

Di tengah dinamika risiko bencana dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, modernisasi relawan bukan sekadar agenda internal PMI, melainkan kebutuhan bersama demi kemanusiaan yang lebih tangguh di Kota Banjarmasin.

Share26Tweet16Send

Related Posts

PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK

PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK

by Kahfi
5 Juli 2026

Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...

Dinas Kesehatan Tapteng Sambut Baik Sunat Massal Gratis DMI, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dinas Kesehatan Tapteng Sambut Baik Sunat Massal Gratis DMI, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

by Tim Redaksi8.com
4 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH - Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah memfasilitasi pelaksanaan sunat massal gratis yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI)...

DinsosP3AP2KB Banjar Perkuat Akurasi Data DTSEN 2026, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

DinsosP3AP2KB Banjar Perkuat Akurasi Data DTSEN 2026, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

by Az-Zukhairy
3 Juli 2026

REDAKSI8.VOM, BANJAR - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) terus...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In