REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Meski beberapa waktu belakangan mengalami krisis kekeringan, lahan pertanian di Kelurahan Palam Kota Banjarbaru hari ini melaksanakan panen raya padi lokal.
Acara tersebut di hadiri langsung oleh Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, Senin (11/9/23).
Menurut Walikota Aditya, hasil panen padi merupakan salah satu program peningkatan pertanian di Kota Banjarbaru.
Pun, sebagai wujud dukungan dan apresiasi pemerintah kota terhadap para petani lokal.
“Kita bersyukur dimusim kemarau atau kering saat ini lahan padi yang ada di Kelurahan Palam bisa dipanen. Mudah-mudahan suplai beras untuk masyarakat bisa terpenuhi dengan adanya panen raya hari ini,” ujar Aditya Mufti Ariffin.
Panen itu katanya sebagai bentuk upaya untuk menjaga inflasi, supaya ketersediaan bahan pangan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Banjarbaru.
“Untuk inflasi beras kita berapa diangka minus 5 berdasarkan hasil rapat inflasi yang dipimpin Kemendagri RI pada pagi hari tadi. Jadi kita termasuk bagus inflasinya yang berada dibawah angka nol,” ungkapnya.
Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Abu Yazid menambahkan, karena mengalami kekeringan, Ia membenarkan banyak lahan yang terdampak, baik itu ringan maupun sedang. Totalnya ada kurang lebih 386 hektare.
“Kami sejak bulan Oktober kemarin 2022 sampai hari ini kurang lebih 1.345 hektare tanam padi,” ucapnya.
Kemudian, untuk luas lahan yang di panen yaitu 72 hektare, dan terdampak kekeringan sebanyak 53 hektare.
Hal tersebut dikarenakan dampak dari musim kemarau atau kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satunya Kota Banjarbaru.
“Tapi alhamdulillah masih bisa direncanakan untuk panen. Secara keseluruhan se-Kota Banjarbaru masih bisa panen direncanakan 434 hektare,” bebernya.
Dalam waktu dekat Ia berencana, bulan ini akan kembali melakukan penanaman padi di wilayah Bangkal.
“Kami harus melaksanakan tanam padi. Kalau bisa Banjarbaru bisa setahun 2 kali panen,” tandasnya.



