REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Buka Puasa Bersama lingkup Pemkab Banjar di Mahligai Sultan Adam, Senin (2/3/2026) sore. Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi penutup rangkaian Safari Ramadan 10 hari pertama yang telah menyentuh berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar.
Selama sepuluh hari, rombongan pemerintah daerah menyambangi masjid-masjid dan bertemu langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai spiritual, agenda tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan warga mulai dari persoalan infrastruktur, pendidikan keagamaan, hingga kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.
Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan agenda seremonial tahunan yang berhenti pada sambutan dan buka puasa bersama. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Safari Ramadan adalah wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan mereka, sekaligus memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
Ruang Aspirasi di Bulan Suci.
Dalam sejumlah kunjungan sebelumnya, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perbaikan sarana ibadah, dukungan untuk madrasah dan pondok pesantren, hingga penguatan kegiatan keagamaan di desa-desa. Pemerintah daerah memanfaatkan momen tersebut untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat sekaligus mengevaluasi efektivitas program yang sudah berjalan.
Pendekatan dialogis ini dinilai penting di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. Ramadan, menurut Saidi, menjadi momentum yang tepat karena masyarakat lebih terbuka dan suasana kebersamaan lebih terasa.
Penguatan Lembaga Keagamaan Lewat Hibah Stimulan.
Selain silaturahmi, Pemkab Banjar juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan lembaga keagamaan melalui bantuan hibah. Bantuan tersebut diberikan kepada masjid, musala, madrasah, pondok pesantren, serta organisasi keagamaan seperti LPTQ, MUI, PCNU dan BAZNAS.
Saidi Mansyur menekankan bahwa bantuan yang disalurkan bersifat stimulan. Artinya, dukungan tersebut bukan untuk menciptakan ketergantungan, melainkan memperkuat operasional dan pembinaan, dengan tetap mendorong kemandirian organisasi.
“Bantuan ini adalah stimulan untuk mendukung operasional organisasi keagamaan dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia dan islami, dengan tetap mengutamakan kemandirian,” tegasnya.
Kebijakan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Banjar yang “Maju, Mandiri dan Agamis”, di mana pembangunan fisik, seperti infrastruktur jalan, fasilitas publik, dan layanan dasar harus berjalan beriringan dengan pembangunan spiritual dan moral masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para habaib dan tuan guru yang setia mendampingi rangkaian Safari Ramadan, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan medan yang tidak selalu mudah.
Menurutnya, peran ulama sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial, membina akhlak umat, serta menjadi penyejuk di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks. Sinergi antara pemerintah dan tokoh agama menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas sosial di daerah.
Tdak hanya menyasar masyarakat, Saidi juga mengingatkan jajaran internal pemerintah—mulai dari asisten, staf ahli, kepala SKPD, camat hingga pimpinan perusahaan daerahuntuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi dan peningkatan kualitas pelayanan publik..
“Mari jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT,” pungkasnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas beserta jajaran pengurus, Wakil Bupati Kabupaten Banjar Siad Idrus Al Habsyi, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, camat, serta direktur perusahaan daerah.
Suasana kebersamaan yang terjalin di Mahligai Sultan Adam sore itu mencerminkan soliditas internal pemerintahan sekaligus komitmen kolektif untuk terus membangun Kabupaten Banjar secara kolaboratif, religius, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Safari Ramadan pun berakhir, namun pesan yang dibawanya tentang kehadiran, kepedulian, dan penguatan moral, menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilanjutkan sepanjang tahun.



