REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tapai, jajanan tradisional berbahan dasar singkong dan beras ketan, selama ini dikenal karena harganya yang ekonomis dan cita rasanya yang khas.
Tapi jangan salah! di balik kesederhanaannya, makanan hasil fermentasi tersebut menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan karena kaya akan kandungan probiotik.
Probiotik dalam tapai diketahui sangat baik untuk menjaga imunitas tubuh manusia, khususnya dalam memelihara kesehatan saluran pencernaan.
Kandungan bakteri baik mampu mengoptimalkan kinerja usus serta mencegah terjadinya peradangan.
Seorang ahli kesehatan yang merupakan salah satu dokter di RSDI Banjarbaru, Nevy Novianti menjelaskan, probiotik bertugas menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri buruk di dalam usus.
“Selain mengurangi iritasi pada saluran pencernaan, probiotik berkontribusi positif terhadap kesehatan jantung dengan cara membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat di dalam tubuh,” bebernya kepada wartawan.
Dalam proses pembuatan tapai pun terbilang masih sangat alami tanpa menggunakan pemanis buatan.
Beras ketan dan singkong yang telah dicuci bersih terlebih dahulu direndam selama kurang lebih tiga jam.
Setelah itu, bahan baku dikukus selama dua jam dan diberi pewarna alami dari daun katuk. Proses akhir ditutup dengan fermentasi selama tiga hari hingga tapai siap dikonsumsi.



