REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan isu lingkungan dan kehutanan nasional dengan menjadi tuan rumah Forestry Update Course (FUCO) 2025, yang digelar pada Sabtu, 29 November 2025 di Auditorium ULM Banjarbaru.
Kuliah umum ini mengusung tema Indonesia After COP30 Belem Brasil: Turning Climate Commitments into Climate Action, menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, sebagai pembicara utama.
Kegiatan yang dimoderatori Dr. Muhammad Ahsar K dosen FMIPA ULM, ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa fakultas kehutanan dari seluruh Indonesia, menjadikan FUCO salah satu forum akademik terbesar di bidang kehutanan nasional.
Ketua FOReTIKA (Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada ULM yang kembali menginisiasi forum strategis ini.
Menurutnya, isu lingkungan dan kehutanan merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya perguruan tinggi.
“Di perguruan tinggi kita harus menjadi pelopor isu lingkungan, mulai dari pengurangan sampah plastik hingga menjawab persoalan global. Permasalahan lingkungan dan kehutanan memiliki hubungan yang sangat dekat,” ujarnya.
Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad, dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“SDM yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan salah satunya bertumpu pada mahasiswa kehutanan yang sedang belajar di seluruh Indonesia. Masa depan bangsa, menuju Indonesia Emas 2045, berada di tangan para ilmuwan muda di bidang kehutanan,” ujarnya.
Rektor menyampaikan bahwa ULM bersyukur memiliki Prodi S1 dan S2 Ilmu Lingkungan, yang berperan penting memperkuat literasi ekologis dan kapasitas akademik generasi muda.
“Kita berharap kuliah umum ini membuka wawasan bersama agar generasi muda semakin siap membangun Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip SDGs. Indonesia untuk dunia, Kalimantan untuk Indonesia kita berada di wilayah yang sangat strategis,” tambahnya.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, berkesempatan untuk memberikan pemaparan mengenai arah kebijakan lingkungan hidup Indonesia pasca COP30 di Brasil.
Kehadirannya menjadi momentum penting untuk memperkuat translasi ilmu pengetahuan perguruan tinggi menjadi aksi nyata di lapangan.
Moderator menyebut bahwa penunjukan beliau sebagai menteri merupakan bukti kapasitas dan kontribusinya dalam pengelolaan lingkungan nasional.
Sebagai tuan rumah, ULM tidak hanya menyediakan ruang diskusi akademik, tetapi memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu kehutanan dan lingkungan di Kalimantan dan Indonesia.
Melalui FUCO 2025, ULM mendorong kolaborasi nasional dan menegaskan peran strategisnya dalam mengawal implementasi komitmen iklim menuju aksi nyata.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan pemikiran yang dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan di masa depan.



