REDAKSI8.COM, KOTABARU – Upaya pemerataan akses pendidikan tinggi di Kalimantan Selatan kembali mencatatkan langkah nyata melalui dedikasi tim Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Melalui perjalanan laut yang menantang dari Pelabuhan Tanjung Lalak, Kotabaru, tim yang dipimpin oleh Muhammad Fathoni membuktikan, batas geografis bukan penghalang bagi universitas untuk hadir di tengah masyarakat.

Perjalanan menggunakan kapal kayu menjadi saksi bisu bagaimana komitmen akademis diuji oleh alam, terutama saat kapal mulai memasuki perairan lepas yang disambut gelombang tinggi dan embusan angin kencang.
Risiko perjalanan sudah terdeteksi sejak awal, namun tekad tim untuk memberikan informasi pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
Muhammad Fathoni menceritakan bahwa tantangan cuaca sebenarnya sudah sempat diperingatkan oleh pihak keluarga staf yang memahami kondisi perairan setempat.
“Sebelumnya, ada salah satu staf kami yang berasal dari Kotabaru bilang keluarganya di pulau mengingatkan akan ada angin kencang di laut. Tapi saat itu kami sudah di kapal, jadi perjalanan tetap kami lanjutkan,” tutur Fathoni mengenang momen krusial tersebut.
Kegigihan tersebut membuahkan hasil saat tim akhirnya menginjakkan kaki di Pulau Kerayaan. Keindahan alam pesisir dengan pasir putih dan laut biru yang jernih menyambut kedatangan mereka, namun pemandangan asri tersebut sekaligus menjadi pengingat akan adanya ketimpangan akses informasi yang dialami warga setempat.
Fathoni mengakui kekagumannya terhadap potensi alam pulau tersebut sekaligus keprihatinannya pada keterbatasan informasi yang ada.
“Pulau Kerayaan itu indah sekali. Lautnya biru, pasirnya putih, dan suasananya masih sangat alami. Tapi di balik keindahan itu, akses informasi pendidikan tinggi masih terbatas,” ujarnya.
Di SMA Negeri 2 Pulau Kerayaan, kehadiran tim ULM menjadi angin segar bagi para siswa dan guru yang selama ini menantikan kepastian mengenai peluang pendidikan lanjutan.
Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PSDKU ULM Tahun Akademik 2026/2027 ini merupakan bagian dari agenda besar yang menyasar lebih dari 20 sekolah di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru sejak 19 hingga 22 Januari 2026.
Melalui pendekatan langsung ini, ULM berupaya memastikan bahwa talenta dari wilayah kepulauan, termasuk Pulau Sebuku dan Pulau Kerayaan, memiliki pijakan yang sama dengan siswa di wilayah perkotaan.
Strategi PSDKU ini diposisikan sebagai jembatan yang menghubungkan harapan siswa di pelosok dengan standar pendidikan tinggi yang berkualitas.
ULM tidak hanya berperan sebagai lembaga penyedia ilmu, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang inklusif. Semangat untuk menyetarakan ambisi anak bangsa menjadi ruh utama dalam setiap kunjungan ke daerah terpencil tersebut.
Sebagaimana yang ditekankan oleh Fathoni mengenai visi besar di balik program ini.
“Kami ingin siswa di pulau punya mimpi yang sama besarnya dengan siswa di kota. PSDKU hadir untuk menjembatani itu,” pungkasnya.
Perjalanan melintasi laut dan menghadapi cuaca ekstrem ini pada akhirnya menegaskan identitas ULM sebagai kampus berdampak. Kehadiran fisik tim universitas di wilayah terluar menjadi simbol bahwa keadilan pendidikan sedang diupayakan secara nyata, bukan sekadar administratif.
Di bawah naungan langit Pulau Kerayaan, langkah ini diharapkan mampu memicu semangat para siswa untuk merajut masa depan di bangku perkuliahan, membuktikan, akses terhadap ilmu pengetahuan kini tidak lagi terhalang oleh luasnya samudera.



