REDAKSI8.COM, BANJAR – Harapan untuk menghidupkan kembali lahan-lahan pertanian yang selama bertahun-tahun tidak produktif mulai menemukan titik terang. Program Cetak Sawah di Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, memasuki tahapan awal pelaksanaan melalui kegiatan Mutual Check 0 persen (MC-0) yang digelar di Balai Kemasyarakatan Desa Mekar Sari, Kamis (6/8/2026).
MC-0 menjadi salah satu tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan dan penyamaan kondisi awal di lapangan antara pihak-pihak yang terlibat, sekaligus memastikan rencana pekerjaan sesuai dengan kondisi lahan dan kesepakatan dalam pelaksanaan program.


Program tersebut menyasar lima desa di Kecamatan Tatah Makmur, yakni Desa Mekar Sari, Pandan Sari, Bangkal Tengah, Tatah Bangkal, dan Layap Baru.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Danramil Kertak Hanyar, Polsubsektor Tatah Makmur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tatah Makmur, serta para Pambakal dari lima desa penerima manfaat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Program Cetak Sawah tidak hanya menjadi pekerjaan teknis pembukaan lahan, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan tertib, tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam pelaksanaan MC-0, para pihak melakukan pembahasan mengenai kondisi awal lahan, rencana pekerjaan, mekanisme pelaksanaan di lapangan hingga pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Tahapan ini penting karena pekerjaan cetak sawah membutuhkan kesesuaian antara perencanaan dengan kondisi nyata di lapangan. Berbagai aspek harus diperhatikan agar pekerjaan yang dilakukan nantinya benar-benar mendukung terbentuknya lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, koordinasi sejak awal juga diperlukan untuk meminimalkan kendala selama pekerjaan berlangsung. Pemerintah desa, penyuluh pertanian, aparat keamanan dan unsur teknis lainnya diharapkan dapat terus berkomunikasi selama program berjalan.
MC-0 sekaligus menjadi penanda dimulainya pelaksanaan kontrak kerja antara pihak pelaksana dengan Dinas Pertanian maupun Kementerian Pertanian. Setelah tahapan awal tersebut, pekerjaan fisik dapat dilanjutkan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Program Cetak Sawah di Kecamatan Tatah Makmur memiliki arti penting bagi masyarakat desa penerima manfaat. Salah satu tujuan utamanya adalah mengoptimalkan kembali lahan yang selama puluhan tahun tidak dapat digarap maupun dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
Lahan yang sebelumnya tidak produktif diharapkan dapat dibuka dan ditata kembali sehingga memiliki nilai ekonomi serta dapat menunjang aktivitas pertanian masyarakat.
Jika berhasil dimanfaatkan secara optimal, keberadaan lahan pertanian baru tidak hanya berpotensi meningkatkan luas areal tanam, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produksi pangan di daerah.
Bagi petani, bertambahnya lahan produktif juga berarti semakin terbukanya peluang untuk mengembangkan usaha tani. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian nasional melalui optimalisasi lahan yang tersedia. Lahan yang sebelumnya terbengkalai atau belum mampu dimanfaatkan secara maksimal diarahkan menjadi sumber produksi pangan.
Para Pambakal dari lima desa penerima manfaat menyambut positif dimulainya tahapan MC-0. Mereka menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Program Cetak Sawah dan berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sesuai rencana.
Dukungan pemerintah desa menjadi bagian penting karena pelaksanaan program bersentuhan langsung dengan masyarakat dan kondisi lahan di masing-masing wilayah.
Para Pambakal juga berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan lahan pertanian yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama para petani yang telah lama menantikan kembali produktifnya lahan di wilayah mereka.
Lebih dari sekadar membuka lahan baru, program ini diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai sumber penghidupan masyarakat.
Keberhasilan Program Cetak Sawah di Kecamatan Tatah Makmur membutuhkan sinergi banyak pihak. Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, BBRMP Kalimantan Selatan, TNI, Polri, BPP Tatah Makmur, pemerintah desa hingga pihak pelaksana memiliki peran masing-masing.
Koordinasi yang kuat sejak tahap awal diharapkan dapat memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan tidak berhenti hanya pada pembukaan atau penataan lahan.
Pasalnya, keberhasilan program pada akhirnya bukan sekadar diukur dari berapa banyak lahan yang berhasil dicetak, tetapi juga dari sejauh mana lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dengan dimulainya MC-0, lima desa di Kecamatan Tatah Makmur kini bersiap memasuki tahap pekerjaan fisik Program Cetak Sawah. Harapannya, lahan-lahan yang selama ini tidur dapat kembali menghasilkan, produktivitas pertanian meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program tersebut pun diharapkan menjadi salah satu langkah konkret Kabupaten Banjar dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.



