REDAKDI8.COM, BANJAR, Depth News – Rapat evaluasi yang digelar di aula lantai dua gedung utama RSUD Ratu Zalecha pada Selasa (3/3/2026) bukan sekadar agenda rutin tahunan. Di balik forum resmi tersebut, manajemen rumah sakit tengah mengukur secara komprehensif sejauh mana sistem manajemen risiko sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) telah diterapkan secara efektif, terstruktur, dan berkelanjutan sepanjang Tahun 2025.
Evaluasi Tingkat Maturitas Penerapan Manajemen Risiko ini dilaksanakan menggunakan metodologi reviu dokumen dan pengisian kuesioner, sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada kesesuaian antara regulasi, implementasi, dan bukti administratif. Selama 13 hari kerja, tim pengawas menelusuri berbagai kebijakan internal, standar operasional prosedur (SOP), laporan kinerja, hingga praktik pengendalian risiko di setiap unit pelayanan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola rumah sakit di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Sebagai institusi pelayanan publik, rumah sakit tidak hanya menghadapi risiko klinis, tetapi juga risiko administratif, keuangan, hukum, hingga risiko reputasi. Tanpa sistem manajemen risiko yang matang, potensi gangguan pelayanan bisa berdampak langsung pada keselamatan pasien maupun kepercayaan masyarakat.
Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan komitmen nyata manajemen dalam mewujudkan prinsip good governance. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPKP Provinsi Kalimantan Selatan yang selama ini memberikan pendampingan serta pengawasan dalam proses penerapan manajemen risiko.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang telah diberikan. Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pendampingan dari BPKP tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pengendalian internal yang kuat. Wakil Koordinator Pengawas Tim BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Kurnia Sucita Sakti, menyampaikan bahwa hasil evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi kebijakan yang lebih implementatif dan tepat sasaran.
Dalam evaluasi tersebut, terdapat tiga aspek utama yang menjadi indikator pengukuran tingkat maturitas, yakni Perencanaan, Kapabilitas, dan Hasil.
Aspek Perencanaan menilai sejauh mana manajemen risiko telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan strategis, termasuk identifikasi risiko utama, pemetaan dampak, serta rencana mitigasi yang terukur. Sementara aspek Kapabilitas mengukur kesiapan sumber daya manusia, struktur organisasi, serta mekanisme koordinasi dalam mengelola risiko. Adapun aspek Hasil menilai efektivitas implementasi, termasuk apakah pengendalian risiko benar-benar mampu menekan potensi kerugian dan meningkatkan kualitas layanan.
Berdasarkan hasil pengawasan dan evaluasi kinerja Tahun 2025, tingkat maturitas penerapan manajemen risiko di RSUD Ratu Zalecha memperoleh nilai 78,05. Angka tersebut masuk dalam kategori “cukup baik”, yang menunjukkan bahwa sistem manajemen risiko telah berjalan dan terstruktur, meskipun masih terdapat ruang perbaikan untuk mencapai kategori optimal.
Nilai ini sekaligus menjadi indikator bahwa rumah sakit telah memiliki fondasi tata kelola yang kuat sebagai BLUD. Namun, dalam konteks pelayanan kesehatan yang dinamis, mulai dari lonjakan pasien, keterbatasan anggaran, hingga tuntutan akreditasi penguatan sistem manajemen risiko harus terus dilakukan agar lebih adaptif terhadap perubahan.
Evaluasi tidak berhenti pada penilaian dokumen. Tahap lanjutan akan dilakukan melalui peninjauan langsung ke bidang-bidang terkait guna memastikan implementasi manajemen risiko berjalan konsisten di seluruh unit kerja, baik di bidang pelayanan medis, penunjang, keuangan, maupun administrasi umum.
Manajemen rumah sakit menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil evaluasi ini sebagai dasar perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Penguatan tata kelola bukan hanya untuk memenuhi standar administratif, tetapi untuk memastikan setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat berlangsung secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Dengan capaian nilai 78,05 tersebut, RSUD Ratu Zalecha berada pada jalur yang tepat menuju tata kelola pelayanan kesehatan yang lebih modern dan berbasis risiko. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi implementasi, memperkuat budaya sadar risiko di seluruh lini organisasi, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil selalu mempertimbangkan dampaknya terhadap keselamatan dan kepuasan pasien.



