REDAKSI8.COM, MARTAPURA – Upaya meningkatkan kesadaran gizi sejak usia dini terus gencar dilaksanakan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Melalui kegiatan edukasi kepada anak-anak di Desa Guntung Papuyu, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026), Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan melaksanakan kegiatan Program Merdeka Kreatif Bina Desa Terpadu (MKBT).


Dalam kegiatan Bina Desa itu, mahasiswa mengenalkan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein dan nutrisi yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.
Materi disampaikan dengan metode interaktif sehingga anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Ketua kelompok mahasiswa, Zaidan Failasufa, mengatakan edukasi ini bertujuan membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
Menurutnya, anak-anak cukup responsif dan mampu menangkap pesan yang disampaikan terkait manfaat mengonsumsi ikan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa ikan bukan hanya lauk, tetapi juga sumber gizi penting untuk kecerdasan dan pertumbuhan tubuh,” ujarnya.
Zaidan menambahkan, masih rendahnya minat anak-anak terhadap ikan menjadi salah satu alasan utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan edukatif dipilih agar pesan dapat diterima dengan lebih baik.
Selain sosialisasi, mereka menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan pengolahan ikan.
Melalui kegiatan itu, anak-anak dan masyarakat diharapkan mengenal variasi olahan ikan yang lebih menarik dan mudah dikonsumsi.
Dosen Pembimbing Lapangan MKBT ULM, Muhammad Syifa, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa.
Program tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan hasil perikanan sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Ia menjelaskan, kegiatan Bina Desa melibatkan mahasiswa lintas fakultas, di antaranya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dengan latar belakang Program Studi Farmasi dan Teknologi Hasil Perikanan.
Sementara itu, perangkat Desa Guntung Papuyu yang membidangi kesehatan, Hayatun Nupus, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi semacam ini penting untuk mengubah kebiasaan makan anak-anak yang selama ini cenderung menghindari ikan.
“Anak-anak sering tidak suka ikan karena durinya. Jika diolah dengan cara yang tepat, justru bisa menjadi makanan favorit,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan konsumsi ikan serta pola makan sehat di Desa Guntung Papuyu



