REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga berbagai jenis plastik di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru melonjak drastis hingga 100 persen dalam dua pekan terakhir.
Kondisi itu mulai memberatkan para pedagang, terutama pelaku usaha yang bergantung pada kemasan plastik.

Lonjakan bahkan disebut terjadi hampir setiap hari, dengan beberapa produk mengalami perubahan harga lebih dari sekali dalam sehari.
Salah satu pedagang plastik, Suzana mengaku, kenaikan paling signifikan terjadi pada produk cup plastik dan plastik kemasan lainnya yang biasa digunakan untuk kebutuhan usaha.
“Sekarang naiknya 100 persen, kaya cup plastik mulai dari harga Rp250 ribu-Rp280 ribu sekarang jadi Rp500 ribu, Itu isinya ada 40 kemasan eceran,” ujarnya saat diwawancarai, Jum’at (3/4/26).
Ia menyebut, untuk penjualan eceran harganya juga ikut terdampak. Cup plastik yang sebelumnya dijual Rp10Rp10 ribu per pak kini naik menjadi Rp15 ribu.
“Biasanya Rp10 ribu aja isinya 50 cup, naiknya 5 ribu yang eceran sudah dua mingguan lebih lah. Tapi tiap hari naiknya, bukannya makin turun,” sebutnya.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada berbagai jenis plastik lainnya, seperti Thinwall ukuran 1000 mili yang naik dari Rp28 ribu menjadi Rp40 ribu per pak, serta plastik kresek kecil dari Rp3 ribu sekarang Rp5 ribu dan ukuran tanggung dari Rp5 ribu jadi Rp8 ribu.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup membingungkan karena harga terus bergerak naik tanpa kepastian, bahkan dalam satu hari bisa berubah beberapa kali.
“Kalau plastik biasa dari Rp10 ribu jadi Rp15 ribu naiknya. Ada yang sehari naik 3 kali, tapi laku aja ramai pembeli karena memang orang perlu juga ya, jadi berapa aja yang dijual itu laku,” katanya.
Senada, pedagang plastik lainnya, Suprapto juga menyampaikan, dampak kenaikan sudah mulai dirasakan lebih luas seiring menipisnya stok lama yang sebelumnya masih tersedia dengan harga lebih rendah.
“Baru terasa semingguan ini karena ibaranya stok penjual banyak kan masih. Kalau harga plastik yang kecil itu sekarang Rp5 ribu biasanya ada yang cuma Rp1.500,” ucapnya.
Untuk menyiasati kondisi ini, pedagang dan pembeli mulai menghemat penggunaan plastik dengan mengubah pola pengemasan barang agar lebih efisien.
Dengan harapan, harga plastik segera stabil agar tidak semakin membebani biaya operasional, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kemasan plastik dalam aktivitas sehari-hari.
“Sebenarnya kita tidak masalah naik berapa pun harganya, yang penting barang ada. Tapi sekarang harus pintar mengakali, misalnya, biasanya bawang dibungkus kecil-kecil per seperempat kilogram, sekarang dijadikan satu bungkus besar saja supaya lebih hemat plastik,” tuntasnya.



