REDAKSI8.COM, BALANGAN – Gema penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Balangan diarahkan pada kedalaman makna filosofis, bukan sekadar perayaan tahunan yang sifatnya seremonial.
Sudut pandang mendalam ini disuarakan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, saat membaur bersama ratusan jemaah dalam kekhidmatan malam pergantian tahun di Masjid Al Akbar Balangan, Minggu malam (14/6/2026).


Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, habaib, serta tokoh masyarakat di tengah padatnya jemaah, dipandang Saiful sebagai momentum strategis untuk melakukan jeda dan refleksi kolektif.
Dari kacamata parlemen, pergantian tahun hijriah dinilai sebagai waktu yang tepat bagi setiap individu maupun penyelenggara pemerintahan untuk mengevaluasi diri, demi mendongkrak kualitas kehidupan spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
Bagi Saiful, esensi hijrah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW memiliki dimensi kontekstual yang sangat kuat jika ditarik ke dalam dinamika kehidupan warga Bumi Sanggam saat ini.
Semangat perpindahan menuju kondisi yang lebih baik itu harus diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam memperkuat fondasi keimanan, mengikis ego sektoral, serta memupuk kepedulian sosial yang lebih peka antar-sesama warga Balangan.
“Momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan mempererat persaudaraan,” ungkap Saiful Arif di sela-sela kegiatan keagamaan tersebut.
Melalui restrukturisasi makna 1 Muharram 1448 Hijriah ini, masyarakat dan jajaran birokrasi di Kabupaten Balangan diajak untuk tidak terjebak pada euforia pergantian angka kalender semata.
Pesan kuat yang dibawa dari Masjid Al Akbar malam itu adalah tentang bagaimana mentransformasikan semangat pembaruan menjadi energi positif yang konkret, sehingga seluruh elemen daerah dapat melangkah bersama secara sinergis menuju tatanan sosial yang lebih religius, rukun, dan sejahtera.



