REDAKSI8.COM – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), Universitas lambung Mangkurat (ULM), berhasil membawa pulang Trophy Juara pertama pada Lomba Kebut Jejak Pesisir Pantai Mapala Politala 2018 se Kalimantan Selatan, Di Kecamatan Tangkisung.
Perlombaan yang berlangsung di Sepanjang Pesisir Pantai Tangkisung hingga Pagatan Besar tersebut, mampu ditaklukan Tony, Sultan dan Rusli hanya dengan waktu 37 menit. Tim yang menamai dirinya Tim Piranha Jaya itu, berhasil memasuki garis finish di urutan ke dua setelah Mapala Sylva fakultas Kehutanan ULM.

Kapten tim tersebut, Tony menuturkan, sangat bersyukur atas kemenangan yang di peroleh Mapala Piranha. Walaupun hanya 18 peserta yang ikut, timnya tidak meremehkan peserta lain.
“Kami tetap berusaha keras dan maksimal,” ujarnya, Minggu (23/12)

Kemudian ia mengungkapkan, walaupun hanya 3 hari latihan sebelum perlombaan, timnya tetap optimis untuk andil bagian dalam kegiatan bergengsi ini. Kendati undangan perlombaan tersebut diperoleh pihyaknya satu minggu sebelum even ini dilaksanakan.
“Seharusnya persiapan menghadapi perlombaan sekelas Kebut seperti ini, apalagi di pesisir pantai, maksimalnya memerlukan waktu sekitar 2 bulan, tapi karena informasi yang kami peroleh satu minggu sebelum perlombaan, mau bagaimana lagi,” imbuh Tony.
Pada video amatir yang diunggah salah satu anggota Mapala Piranha, Riky, terlihat Sultan (baju Hitam ) dan Tony (Baju Abu-abu) berlari lebih lambat dari Rusli (baju Putih). Menurut Tony, ini merupakan taktik timnya untuk memperkecil waktu.
“Kami sengaja membiarkan Rusli lari lebih depan, supaya saat memasuki setiap pos panitia, tidak terlalu banyak waktu terbuang. Baik stamina maupun kecepatan kami juga sedikit lebih unggul dari Rusli, jadi selesai kelengkapan peserta di periksa oleh panitia, saya dan sultan tinggal mengejar Rusli. Perbedaan ritme lari ini pastinya disebabkan karena latihan yang sangat minim,” bebernya kepada Reporter Redaksi8.com.
Kemenangan ini sahut ketua Umum Mapala Piranha, Arif Fadillah, bukan kali pertama bagi kawan kawan Mapala Piranha. Mulai dari kebut gunung, darat hingga rawa, sudah sering dikantongi organisasi yang sudah berdiri selama 34 tahun tersebut.
“Senior-senior kami sudah sering juga membawa trophy seperti yang kami pegang saat ini, kami hanya diberi amanah oleh mereka untuk meneruskan budaya juara, apalagi ini susur Pantai, malu dong kalau sampai kalah. Akan tetapi yang tak kalah penting bagi kami ialah marwah organisasi,” tuturnya.

Senior Mapala Piranha Junaid Lubis, menjelaskan, Lomba susur pantai ini memang seyogianya milik Mapala Piranha. Sebagai Organisasi Pecinta Alam yang pertama kali memperkenalkan kegiatan susur pantai, lanjutnya, sangatlah aneh jika Mapala Piranha kalah dalam Perlombaan tersebut.
“Alhamdulillah dengan tekad dan kemauan serta usaha yang tiada henti, adek adek kami bisa kembali juara satu, namun bagi kami para senior jangan pernah merasa puas, terus lakukan yang terbaik untuk menjaga Marwah Organisasi,” Jelas Lubis.

Sementara itu Ketua Mapala Politala, Fildza Taufik Qurrahman, menerangkan, kegiatan ini merupakan kegiatan kali pertama yang dilaksanakan pihaknya. Tapi, ia berharap kegiatan yang tercantum dalam program kerja Pengurus Mapala Politala ini, nantinya akan secara rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Pertama saya mengucapkan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan terjadi hal hal yang tidak sesuai harapan para peserta. Doakan saja mudah-mudahan tahun berikutnya InsyaAllah bisa terlaksana lagi dan jauh lebih baik lagi,” katanya usai kegiatan.



