REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat tata kelola dan standar keselamatan kerja di lingkungan kampus terbesar di Kalsel itu.
Salah satunya melalui keberhasilan Laboratorium Terpadu ULM meraih sertifikasi internasional ISO 45001:2018 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sertifikat tersebut diserahkan secara simbolis oleh General Manager Business Certification CBQA Global, Waniwatining Astuti, kepada Rektor ULM Ahmad Alim Bachri, di Ruang Laboratorium Terpadu ULM, Banjarbaru, Selasa (3/2/2025) pagi.
Capaian itu merupakan hasil dari proses audit ketat yang telah diumumkan sejak 23 Januari 2026, termasuk audit tahap kedua yang dilaksanakan pada Desember 2025.
Kepala Laboratorium Terpadu ULM Liling Triyasmono menjelaskan, ISO 45001:2018 menjadi standar penting dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi unit kerja lain, khususnya fakultas-fakultas dengan aktivitas laboratorium dan program studi yang menargetkan pengakuan internasional.
Menurutnya, penerapan sistem manajemen K3 memiliki peran strategis dalam mendukung akreditasi institusi dan program studi, mengingat aspek keselamatan dan mutu kini menjadi elemen penting dalam penilaian pendidikan tinggi.
Laboratorium Terpadu ULM sendiri telah melayani sedikitnya 15 program studi sepanjang 2024 hingga 2025.
Dengan diperolehnya sertifikasi tersebut, laboratorium terpadu diharapkan menjadi model penerapan sistem mutu bagi unit kerja lainnya di lingkungan ULM.
“Sistem manajemen ini menjadi langkah besar, yang nantinya mudah-mudahan di mana setiap unit kerja itu nanti akan bisa menerapkan di beberapa fakultas, terutama di fakultas kesehatan, kemudian fakultas yang ingin prodinya go internasional,” paparnya.
“Karena begitu pentingnya elemen ini dalam akreditasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor ULM Ahmad Alim Bachri menegaskan, penjaminan mutu merupakan fondasi utama dalam pengelolaan tridarma perguruan tinggi.
Ia ingin pencapaian itu mampu memicu seluruh fakultas dan unit kerja untuk membangun budaya kerja yang berbasis sistem mutu secara berkelanjutan.
“Saya berharap dengan ISO yang diperoleh laboratorium terpadu ini akan menjadi motivasi bagi kita semua. Menjadi triger bagi seluruh fakultas dan unit kerja untuk menjadikan ini sebagai model dalam rangka membudayakan bagaimana pola pelaksanaan tugas dan pekerjaan kita yang senantiasa didasarkan pada pengutamaan sistem mutu,” harap Rektor.
“Ini bukan yang pertama, tetapi justru menjadi titik awal untuk semakin menggelorakan budaya mutu di ULM yang semakin progresif,” sambungnya.
Di sisi lain, GM Business Certification CBQA Global Waniwatining Astuti menyampaikan, keberhasilan Laboratorium Terpadu ULM diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi laboratorium pendidikan lain, khususnya dalam upaya peningkatan nilai akreditasi institusi.
“Peningkatan tata kelola dan mutu laboratorium ini menjadi bagian dari langkah strategis Universitas Lambung Mangkurat dalam mempersiapkan diri menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja dan kualitas layanan pendidikan,” tandasnya.



