REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarbaru pada bulan Agustus meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina membeberkan, penyebab naiknya angka penderita ISPA sampai akhir bulan Agustus adalah kabut asap.
“Iyaa ada kenaikan, walaupun mengalami kenaikan tetapi masih bisa terkendali,” ujarnya.
Juhai menyebutkan, pada bulan Juni ada 2713 kasus ISPA di Banjarbaru. Di Bulan Juli naik jadi 2793 kasus. Bulan ini kasus naik mencapai 3635 kasus.
“Ini data kasus ISPA secara keseluruhan yang kami dapatkan dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru,” katanya.
Ia meminta masyarakat jangan putus koordinasi dengan puskesmas atau dokter terdekat.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan selalu mencuci bahan makanan, sebab kasus ini juga rentan terhadap saluran pencernaan seperti diare.
“Penyakit yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pencernaan seperti diare, Demam Tifoid, Hepatitis A dan E,” ingatkannya.
Sementara itu, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin meyakini kasus ISPA disebabkan Karhutla yang menimbulkan kabut asap di Kota Banjarbaru.
Khususnya wilayah yang sangat terdampak adalah di Kecamatan Liang Anggang dan Landasan Ulin.
“Jadi ISPA ini adalah gangguan saluran pernapasan, dengan hari ini angkanya sampai 3635. Tentunya ini terkait dengan terjadinya Karhutla yang menyebabkan asap,” tukasnya.
“Intinya kalau udaranya bagus, insyaAllah ISPA nya juga menurun,” pungkasnya.



