REDAKSI8.COM, BANJAR – Di tengah kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, warga Desa Sungai Rangas Ulu, Kecamatan Martapura Barat, dan Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, mendapat bantuan air bersih dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Kalimantan Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Minggu (18/10/2026).
Sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pasokan air untuk keperluan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Kehadiran tim gabungan PW IPNU Kalsel dan BPBD Kabupaten Banjar disambut antusias oleh masyarakat. Pasokan air bersih yang didistribusikan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu menjaga kesehatan keluarga di tengah keterbatasan ketersediaan air.
Ketua PW IPNU Kalimantan Selatan, Ahmad Syarief Hidayat, mengatakan bahwa aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pelajar Nahdlatul Ulama terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya di Kabupaten Banjar.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Ketika masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, diperlukan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak agar bantuan dapat segera menjangkau warga yang membutuhkan.
“Air merupakan kebutuhan esensial bagi kehidupan. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, IPNU sebagai organisasi kepemudaan merasa terpanggil untuk hadir memberikan solusi konkret. Melalui kolaborasi bersama BPBD Kabupaten Banjar, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Ahmad Syarief Hidayat.
Ahmad menegaskan, peran IPNU tidak hanya terbatas pada kaderisasi, pendidikan, dan pengembangan potensi pelajar. Organisasi tersebut juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi sulit akibat persoalan lingkungan maupun kebencanaan.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bagian penting dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kepekaan generasi muda terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya. Dengan demikian, keberadaan organisasi kepemudaan dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Syarief Hidayat juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Banjar atas dukungan dan terjalinnya kerja sama dalam penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Banjar atas terjalinnya kerja sama bantuan air bersih antara PW IPNU Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar untuk masyarakat. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang intens antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat di tengah situasi kebencanaan,” ungkapnya.
Sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat di lapangan. Melalui kerja sama tersebut, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai dengan kebutuhan warga.
Kegiatan distribusi air bersih berlangsung lancar dan tertib. Warga menyambut bantuan tersebut dengan antusias karena air bersih menjadi kebutuhan utama yang harus tersedia untuk menunjang aktivitas rumah tangga setiap hari.
Melalui aksi kemanusiaan ini, PW IPNU Kalimantan Selatan bersama BPBD Kabupaten Banjar berharap semangat kepedulian dan gotong royong terus tumbuh, sehingga masyarakat yang menghadapi kesulitan tidak merasa berjuang sendirian dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Krisis Air Bersih di Kabupaten Banjar, PW IPNU Kalsel dan BPBD Salurkan 15.000 Liter untuk Warga








