REDAKSI8.COM, JAKARTA – Kraton Majapahit menganugrahi gelar kebangsawanan kepada pasangan suami istri Rd Berly Rizki Natakusumah sebagai Gusti Pangeran Prawiraningrat dan Risti Yuni Lestari sebagai Kanjeng Raden Ayu Prawiraningrat.
Anugrah bangsawan dari Kraton Majapahit tersebut diserahkan oleh Sultan Banjar Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari, di Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Minggu (25/1/2025) siang.

Mengenakan pakaian adat replika dari masa Kerajaan Majapahit zaman dulu, Sultan Cevi didampingi sang istri dikawal oleh putra putri sekar Keraton menyerahkan gelar bangsawan untuk keduanya.
Menurut Sultan Cevi, gelar itu nantinya akan resmi dicatat oleh negara.
Pun, dapat dicantumkan ke dalam KTP Paspor setelah melakukan pelaporan ke Disdukcapil setempat.
“Gelar kebangsawanan ini mengikuti kaidah Majapahit,” katanya kepada Redaksi8.com baru-baru tadi.
“Pemberian gelar kaina (nanti<-red) resmi dicatat negara. Gelar kawa (bisa<-red) di pakai di KTP dan Paspor imbah (setelah<-red) daftar di dukcapil,” sambungnya.
Pada acara itu, tamu undangan yang hadir berasal dari sejumlah kalangan pejabat negara Indonesia hingga pejabat luar negeri.
Diketahui berdasarkan sejarah, Kesultanan Banjar memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit.
Hubungan tersebut tidak dapat dipisahkan dari masa lampau, termasuk garis keturunan Sultan Banjar yang diyakini memiliki hubungan darah dengan Kerajaan Majapahit.
Keberadaan Sultan Banjar di Keraton Majapahit tidak terlepas dari kondisi Keraton Banjar yang dibumihanguskan oleh Belanda pada Juni 1860, hingga kini pun belum dibangun kembali.
Atas kepedulian Prof. Dr. Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, kesultanan Banjar untuk sementara bertempat di Keraton Majapahit, Jakarta.
Sebelumnya, Prof. A.M. Hendropriyono juga menyerahkan data-data keabsahan Sultan Banjar kepada Kementerian Kebudayaan.
Berdasarkan proses tersebut, penobatan Sultan Banjar dilaksanakan pada Mei 2025. Pemberian gelar kebangsawanan ini dikaitkan dengan nilai-nilai budaya masa lalu, di mana prosesi penting seperti pernikahan dilaksanakan di kediaman resmi sebagai simbol kehormatan.

