REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Melalui Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (13/8/2026), jajaran lintas instansi memetakan langkah preventif terhadap potensi konflik sosial serta pengawalan program pembangunan prioritas daerah.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada mitigasi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, tetapi juga menyoroti aspek ketahanan ekonomi masyarakat.


Pengendalian pasokan dan harga bahan pokok dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial agar dinamika politik maupun ekonomi tidak memicu gangguan keamanan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kesatuan langkah antar unsur pimpinan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan strategis secara bersama-sama.
“Yang kita perlukan adalah menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektoral, terutama dalam menghadapi tiga tantangan utama yang kita hadapi bersama,” ujar Erna.
Guna mencegah berkembangnya gesekan di lapangan, Forkopimda mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog.
Sinergi ketat dibangun melibatkan unsur intelijen daerah, TNI, Polri, serta merangkul tokoh masyarakat dan pemuka agama demi mendeteksi potensi masalah sejak dini.
Wali Kota Banjarbaru mengingatkan bahwa efektivitas penanganan di lapangan sangat bergantung pada kelancaran arus informasi antar instansi secara berkelanjutan.
“Komunikasi antarinstansi harus tetap terjaga, sehingga setiap potensi permasalahan bisa kita antisipasi dan selesaikan bersama,” katanya.
Langkah preventif yang terukur ini diharapkan menciptakan iklim daerah yang kondusif, sehingga eksekusi program-program pembangunan prioritas Kota Banjarbaru dapat berjalan lancar tanpa hambatan ketertiban umum.



