REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H.M. Soeharto, mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Alin Wijaya serta anggota dan juga DPD Tani Merdeka Indonesia Se Kalimantan Selatan yang menilai bahwa penilaian terhadap sosok Soeharto harus dilakukan secara objektif dan berkeadilan sejarah.
Menurut Alin, pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka Indonesia, Don Mozakir, yang sebelumnya menyebut bahwa Presiden Soeharto dan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sama-sama memiliki jasa besar dalam membangun bangsa, terutama di bidang pertanian, ekonomi, serta penguatan persatuan nasional.
“Presiden Soeharto adalah pekerja keras untuk rakyat. Di masa beliau, Indonesia mencapai swasembada pangan, ekonomi tumbuh pesat, dan rakyat hidup dalam ketenangan. Itu pencapaian besar yang tidak bisa diabaikan. Sudah sepantasnya beliau diberi gelar Pahlawan Nasional,” ujar Alin Wijaya di Banjarbaru, Minggu (9/11/2025).
Alin menjelaskan, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada era Presiden Soeharto merupakan hasil kebijakan strategis yang berpihak pada petani.
Pemerintah kala itu meluncurkan program Panca Usaha Tani, Bimbingan Massal (Bimas), Operasi Khusus (Opsus), dan Intensifikasi Khusus (Insus) yang berfokus pada peningkatan produktivitas pangan nasional.
“Budidaya padi di Indonesia saat itu bahkan diakui sebagai salah satu yang terbaik di Asia,” katanya.
Untuk memperkuat sektor tersebut, pemerintah membangun sejumlah pabrik pupuk besar, seperti Petro Kimia Gresik di Jawa Timur, Pupuk Sriwijaya di Palembang, dan Asean Aceh Fertilizer di Aceh. Subsidi pupuk, benih unggul, dan pestisida pun dikontrol ketat agar petani dapat berproduksi secara maksimal.
Selain itu, petani diberikan akses kredit perbankan yang mudah, serta jaminan harga dasar gabah melalui kebijakan pengadaan pangan oleh pemerintah.
“Jalan, sekolah, puskesmas, bendungan, hingga program pertanian di pelosok desa semua itu merupakan hasil kerja nyata Presiden Soeharto. Beliau juga dikenal sebagai penjaga teguh Pancasila dan UUD 1945,” tegas Alin.
Alin menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menilai sejarahnya secara utuh, bukan hanya dari sisi kelam, tetapi juga dari jasa dan pengorbanan para pemimpinnya.
“Soeharto telah membangun pondasi kemajuan bangsa. Ia menata ekonomi nasional, memperkuat infrastruktur, dan mendorong pemerataan pembangunan lintas sektor. Walaupun tidak sempurna, jasa beliau terhadap bangsa ini sangat besar dan nyata,” ujarnya menegaskan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan masa lalu sebagai bahan refleksi dan pembelajaran bersama.
“Sudah saatnya bangsa ini berdamai dengan sejarah. Mari kita berikan penghargaan yang pantas kepada para tokoh besar yang berjasa membangun negeri ini. Presiden Soeharto layak dikenang sebagai salah satu pahlawan pembangunan Indonesia,” pungkas Alin Wijaya.
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...



