REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Kehadiran sertifikat halal bagi sebuah institusi kuliner bukan sekadar label administrasi, melainkan wujud perlindungan dan tanggung jawab kepada konsumen.
Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Ayam Bakar Wong Solo cabang Batulicin melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat.
Pimpinan Operasional Ayam Bakar Wong Solo Batulicin, Abdul Hamid, menjelaskan bahwa proses sertifikasi halal di cabang ini telah dimulai sejak 2023 dan resmi tersertifikasi pada 2024.
Namun, ia mengakui bahwa mempertahankan ekosistem halal memiliki tantangan tersendiri di lapangan.
“Salah satu contoh yang masih susah kita terapkan yaitu kebiasaan masyarakat. Seharusnya kita selaku pemegang sertifikat sudah bisa memberi larangan agar tidak membawa makanan dari luar, supaya tidak ada kemungkinan makanan tidak halal yang masuk,” ungkap Abdul Hamid. Kamis (22/10/2026).
Tantangan krusial lainnya adalah ketersediaan bahan baku bersertifikat halal di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Menyikapi hal ini, manajemen menerapkan pemilahan suplai yang cermat.
“Untuk di Tanah Bumbu, untuk suplai lokal, kami ambil yang nyata tidak perlu sertifikasi halal seperti ikan dan sayur. Tapi ketika bahan itu harus bersertifikasi halal, seperti ayam, mau tidak mau kami mengambil dari pemasok luar seperti perusahaan Ciomas, Japfa, atau UD Borneo yang sudah punya sertifikat,” jelasnya.
Untuk menjaga standar mutu dari bahan baku tersebut, Abdul Hamid juga memimpin langsung pengawasan internal di dapur.

“Kami harus menjaga kehigienisannya. Misalnya, ayam itu harus dicuci dengan air mengalir supaya steril, dan menjaga dapur supaya tetap kering dan bersih,” tambahnya.
Jika ada barang dari penyuplai yang kemasannya rusak atau diragukan kehalalannya, ia menegaskan barang tersebut akan langsung diretur atau dibuang.
Ketegasan dalam menjaga jaminan syariat yang sejalan dengan tagline “Halalan Thayyiban” ini berbuah manis pada peningkatan laju bisnis restoran.
“Alhamdulillah dampaknya positif. Terutama dari lembaga-lembaga agama, majelis, dan bimbingan haji, mereka kepengin jemaahnya mendapat makanan yang bikin tenang. Dengan adanya sertifikasi ini, pesanan ke kami jadi lebih yakin,” papar Abdul Hamid.
Lebih lanjut, Abdul Hamid berharap langkah Wong Solo Batulicin ini dapat menular ke pelaku UMKM kuliner lainnya.
Ia menekankan bahwa proses pengurusan sertifikat halal saat ini sangatlah mudah dengan banyaknya lembaga pendamping, namun ujian sejatinya ada pada komitmen untuk mempertahankannya.
Semakin banyak rumah makan yang tersertifikasi, semakin mudah pula ekosistem kuliner yang aman, nyaman, dan halal terbentuk di tengah masyarakat.
“Sertifikasi halal itu penting banget karena memberikan kepercayaan bagi masyarakat, khususnya umat muslim. Bikin sertifikatnya sebetulnya mudah, tapi menjaga sertifikat itu supaya tetap melekat di tempat kita, itu yang susah, makanya harus selalu diawasi,” pungkasnya.









