REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kerajinan tangan anyaman purun sekarang sudah banyak diminati oleh masyarakat luas.
Dalam satu kali pesanan saja, mampu mencapai 300 hingga 500 pcs produk kerajinan purun.
Para konsumen tidak berasal dari Kota Banjarbaru saja, tetapi sampai luar daerah, seperti Surabaya.
Promosi yang dilakukan cukup massif melalui media online, diantaranya Instagram dan Facebook, sehingga dapat menjangkau konsumen lebih jauh.
“Ada yang mesan banyak langsung, ada yang beli langsung di galerynya, dari luar juga ada kaya dari Surabaya,” ujar Ketua Pengrajin Purun Galoeh Tjempaka di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kota Banjarbaru, Maimunah.
Kisaran harga produk yang ditawarkan cukup murah, dimulai dari Rp5 ribu sampai Rp150 ribu per pcs.
Khusus harga Rp150 ribu memiliki desain yang berbeda, lantaran pembuatannya menggunakan tehnik puring atau sulaman dalam.
Meski demikian, Maimunah bercerita, harga tersebut masih relatif murah jika langsung membeli produk dari galerinya, dibandingkan dengan harga diluaran.
Sebab, Kampung Purun memiliki bahan baku sendiri yang sangat melimpah, sehingga dimanfaatkan masyarakat menjadi produk unik dan indah.
Misalnya seperti tas sandang, topi, bakul, dompet, kotak tisu, tikar, kotak pensil, tempat sendok, dan lain sebagainya.
“Tergantung juga sih, ada tas yang mini kecil harga Rp5 ribu, ada yang harga Rp20 ribu dan Rp25 ribu, yang paling besar Rp30 ribu sampai Rp35 ribu,” rincinya.
Lebih jauh kepada Redaksi8.com, kelompok pengrajin purun yang dinamai Galoeh Tjempaka ini sudah berdiri sejak tahun 2016 hingga sekarang. Jumlah anggota ada 14 orang.
Menurutnya, anyaman purun merupakan kerajinan khas Kalimantan Selatan (Kalsel), kerajinan turunan yang diwariskan oleh nenek moyang.
“Turun temurun dari nenek-nenek terdahulu, tapi sebagian ada juga yang baru belajar, adanya kampung purun ini lumayan membantu ekonomi warga disini (Kampung Purun),” ungkapnya.
Sementara itu, Pengrajin Purun di Kelurahan Palam, Kota Banjarbaru, Nur Janah menambahkan, dari tahun 2018 dirinya belajar membuat kerajinan purun.
“Sekitar 4 tahunan belajar, ada juga dari turunan kaya orang tua atau nenek moyang,” ucapnya.
Dalam satu hari, Janah menyebutkan, dapat menghasilkan 4 sampai 6 buah tas purun tergantung dari masing-masing ukuran tas.
Tas kecil biasa berukuran 15 cm, sedangkan yang besar berukuran sekitar 25 cm.
Kemudian, dari satu ikat bahan baku yang dibeli dari pengepul, itu bisa menghasilkan 5 sampai 10 pcs tas purun.
“Tiap hari memang gawian meanyam, ada tas, bakul dan lainnya, kalau ada pesanan langsung dijual, kalau nggak ada ditaroh ke galery,” pungkasnya.



