REDAKSI8.COM, JAKARTA – Selama September 2025, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin menyelenggarakan berbagai kegiatan strategis yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, penegakan hukum, serta pencapaian di tingkat nasional.
Penanaman Pohon Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Salah satu kegiatan utama adalah penanaman pohon kelapa dalam rangka program ketahanan pangan yang diinisiasi Kemenimipas.
Sebanyak 360.700 bibit pohon kelapa ditanam serentak di seluruh Indonesia.
Kegiatan terpusat digelar di Nusakambangan, sementara di Kalimantan Selatan, penanaman dilaksanakan di Rutan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Yoga Aria Prakoso Wardoyo, turut hadir secara langsung. Seluruh pegawai Kantor Imigrasi Banjarmasin juga mengikuti kegiatan ini secara daring melalui Zoom Meeting.
Deportasi WNA India, Komitmen Penegakan Hukum
Pada Rabu, 10 September 2025, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin melalui Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian melakukan deportasi terhadap seorang warga negara India berinisial SK.
Pengawasan dilakukan sejak dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan berlanjut melalui koordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya untuk proses pemulangan melalui Bandara Internasional Juanda.
Tindakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan menegakkan aturan keimigrasian di wilayah Indonesia.
Raih 5 Penghargaan di Ajang AHI 2025
Direktorat Jenderal Imigrasi meraih lima penghargaan dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2025, yang diikuti oleh 198 peserta dari 59 instansi. Penghargaan yang diraih antara lain:
- Media Sosial Instagram – Gold Winner
- Media Sosial TikTok – Silver Winner
- Website – Bronze Winner
- Majalah Internal – Silver Winner
- Program Kehumasan Pemerintah – Silver Winner
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Ditjen Imigrasi dalam menyediakan layanan informasi yang transparan, inovatif, dan terpercaya.
Capaian tersebut juga dipersembahkan kepada seluruh “Sahabat Mido” sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap transformasi layanan keimigrasian yang semakin terbuka dan responsif.



