REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebagian petani di Banjarbaru berhenti sementara waktu menanam sayur.
Sebab, kemarau panjang telah menyebabkan tanaman para petani sayur di wilayah Kota Banjarbaru mengalami kekeringan.
Salah satu petani di Jalan Sukamara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Amin mengatakan, dirinya tidak lagi menanam sayur.
Karena, biaya yang dikeluarkan untuk merawat tanaman ditempatnya terlalu besar.
Dari hitung-hitungannya, seluruh jerih payah yang dikeluarkannya selama bercocok tanam sayur disepanjang musim kemarau hampir tidak ada hasilnya.
“Kalau kemarau ini kadada (tidak ada<–red) berkebun, mehadangi (menunggu<–red) hujan karena tanahnya kering,” ujar Amin, Selasa (12/9/23).
Amin mengaku sudah 3 bulan Ia tidak menanam sayur di musim kemarau.
“Ada 3 bulanan, tapi kemarin masih ada yang bisa dipanen karena masih basah tanahnya jadi sayurnya masih bagus,” sebutnya.
Selama itu, dirinya bekerja serabutan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Jadi sambil-sambil kalau ada orang memberi upah memotong kayu, karena saya tukang senso juga untuk sementara batu loncatan,” bebernya.
Meski demikian, dalam waktu beberapa hari terakhir dirasa Amin sudah ada hujan gerimis.
Sehingga Ia mulai membersihkan lahan untuk ditanami sayur mayur kembali.
“Membersihkan lahan dulu, kalau sudah bersih semua nanti baru di kasih tanam, tapi sudah mulai nanam bibit kakung dan bayam sudah mulai disemai,” terangnya.
Sementara itu, seorang petani di Jalan Sukamara, Mbah Asri juga menambahkan, di musim hujan biaya produksi untuk tanaman tidak terlalu banyak.
Sebab tidak menggunakan bensin ataupun menyiram tanaman dengan rutin.
“Justru itu kalau hari kemarau malah murah, itu yang tidak sesuai dengan harganya, justru kalau musim hujan malah mahal, kan anehnya itu,” ucapnya.
Adapun harga bayam potong per ikatnya mulai dari Rp3.500 sampai Rp5.000. Namun setelah kemarau turun jadi Rp2.500 per ikat.
Sedangkan untuk sayur kangkung Rp2.500 per ikat, bawang prei Rp27.000 hingga Rp. 30.000 perkilo, dan pucuk katu Rp5.000 per ikat.
“Panen bayam 40 sampai 50 ikat sehari, ada tanaman sayur sawi, bawang prei, bayam potong, dan kemangi,” pungkasnya.



