REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sepanjang Tahun 2025, Jumlah kasus HIV (Odhiv) di Kota Banjarbaru meningkat, namun kondisi itu dinilai sebagai dampak positif dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes dini.
Rinciannya, 88 kasus baru HIV di Banjarbaru, dari jumlah tersebut, 14 orang meninggal dunia, 55 orang menjalani pengobatan rutin ARV, dan 16 lainnya tidak rutin berobat.

Data tersebut dihimpun dari 10 puskesmas dan 9 rumah sakit, dengan sekitar 50 orang penderita HIV tercatat berasal dari luar Kota Banjarbaru.
Relawan penanggulangan HIV Banjarbaru, Edi Sampana menilai, peningkatan kasus ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan.
“Semakin dini ditemukan maka semakin bagus,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (14/4/26).
Ia menyebut, tren tersebut juga didorong peran tenaga kesehatan yang semakin aktif dalam melakukan skrining dan pendataan, sehingga kasus dapat terdeteksi lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 77 kasus.
Di sisi lain, penularan HIV di Banjarbaru menurutnya masih didominasi hubungan sesama jenis dan pergaulan bebas.
“Berpandangan positif ya berarti kita dalam hal ini kesehatan Banjarbaru semakin aktif menemukan pasien HIV,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Banjarbaru, Mukhlis Ridhani menyatakan, pihaknya turut melakukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukasi keagamaan di masyarakat maupun lingkungan sekolah.
Dengan melibatkan peran guru agama di sekolah-sekolah, sehingga bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya HIV dan cara pencegahannya.
“Untuk mencegah atau mengurangi HIV, kami memberikan imbauan dalam ceramah-ceramah agama, majelis dan pembelajaran-pembelajaran agama untuk menghindarkan tindakan-tindakan yang terkait dengan penularan HIV tersebut,” tuntasnya.



