REDAKSI8.COM, BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Banjar. Kali ini, api membakar kawasan lahan di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Sabtu (1/8/2026), dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.
Proses pemadaman berlangsung cukup panjang. Tim gabungan mulai bergerak ke lokasi sekitar pukul 12.50 WITA dan baru berhasil mengendalikan kobaran api pada pukul 18.20 WITA. Artinya, petugas berjibaku selama hampir enam jam untuk mencegah api meluas ke area lain.

Besarnya luasan lahan yang terbakar membuat penanganan dilakukan secara terpadu. Sejumlah personel dari berbagai instansi diterjunkan ke lokasi, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, TNI, Polri, serta tim Pemadam Kebakaran (PMK) dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta.
Di lapangan, petugas menghadapi tantangan berupa kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau. Mereka harus bekerja secara bergantian untuk memadamkan titik-titik api sekaligus melakukan pendinginan agar kebakaran tidak kembali menyala.
Sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan. Berkat kerja sama tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak semakin meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi selama musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau instansi terkait apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas.
Pemerintah bersama seluruh unsur penanggulangan bencana terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar selama musim kemarau berlangsung.



