REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Demi menjaga stabilitas keamanan menjelang, saat dan sesudah Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 nanti, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan Deklarasi Kebangsaan Pemilu Damai, di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Sabtu (21/10/23).
Katanya, kegiatan deklarasi ini sebenarnya dilaksanakan secara nasional yang dipusatkan di Malang, namun Kalsel dipercayakan untuk menggelar secara lokal.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, kurang lebih dihadiri sekitar 12 ribu orang,” ucap Kepala Polda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Sabtu (21/10/23).
Adapun kegiatannya bakti sosial, seperti penyaluran sembako, dan penyaluran paket pasar murah.
Lalu bakti kesehatan, berupa pelayanan kesehatan, termasuk spesialis, sunatan masal, dan donor darah.
Tidak hanya itu, kegiatan tambahan pun ada, berupa peresmian program bedah rumah sebanyak 10 unit di Tanah Laut yang siap untuk digunakan.
Kemudian, menyelesaikan penyerahan bantuan sumur bor sebanyak 12 titik di seluruh Kabupaten/Kota Kalimantan Selatan.
Serta ada bantuan 19 tandon, dengan tujuan untuk daerah-daerah yang tidak bisa dibuat subur, sehingga pihaknya siapkan penampungan air bersih tersebut.
Oleh karena itu, dengan adanya dukungan dari berbagai dinas-dinas terkait di Kalimantan Selatan, termasuk kampus ULM yang sudah memfasilitasi tempat inj, sehingga terselenggaranya kegiatan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dan seperti yang diharapakan masyarakat jangan sampai berhenti disini tapi terus berlanjut,” ungkapnya.
“Kita berharap semua masyarakat satu pemahaman dan satu visi untuk menyelenggarakan Pemilu yang aman, damai serta lancar di banua Kalsel,” tambahnya.
Sementara itu, seorang warga Loktabat, Kota Banjarbaru, Erni mengatakan, momen ini sebagai titik pola perjalanan menuju proses pemilu yang adil di tahun 2024 mendatang.
Sehingga Ia berharap, seluruh elemen masyarakat untuk bisa menahan diri dari konflik dan memastikan bahwa perbedaan pendapat tidak menjadi sumber pertengkaran.
“Kita harus menghormati keragaman pendapat sebagai bagian integral dari kehidupan demokratis, karena menurut saya mengedukasi masyarakat seperti kami sangatlah penting,” pungkasnya.



