REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kini tidak lagi sekadar mengandalkan pemadaman permukaan.
Polda Kalimantan Selatan resmi menggabungkan strategi rekayasa pembasahan lahan gambut dengan penerapan inovasi cairan pemadam berbasis surfaktan guna memutus bara api di bawah tanah (subsurface fire).


Langkah terobosan itu ditinjau langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, bersama Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq, di Pos Pantau Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Minggu (6/9/2026) malam.
Turut mendampingi dalam kegiatan pengecekan saluran irigasi pembasahan tersebut, yakni Wakapolda Kalsel, Karo Ops Polda Kalsel, Dansat Brimob Polda Kalsel, serta Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Kalsel.
Fokus utama peninjauan malam tersebut ditujukan untuk memastikan optimalisasi rekayasa aliran air agar lapisan gambut yang rawan terbakar dapat terbasahi dan tertutup air secara sempurna.
Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan, Pengecekan itu ditujukan demi pasokan air ke area rentan tetap terjaga secara efisien.
Dengan membasahi dan menenggelamkan lapisan gambut, penyebaran bara api di bawah permukaan tanah (subsurface fire) dapat dihentikan secara efektif.
Selain mengandalkan rekayasa air, lini pertahanan terhadap karhutla diperkuat melalui racikan formula cairan pemadam khusus yang dirancang oleh Bidlabfor Polda Kalsel.
Cairan berbasis surfaktan tersebut didesain memiliki daya resap ekstra tinggi hingga mampu menembus lapisan dalam tanah gambut.
Efeknya, pasokan oksigen menuju titik bara api terputus secara cepat sekaligus menghemat penggunaan pasokan air di tengah kondisi musim kemarau.



