REDAKSI8.COM – Fenomena matinya ribuan ekor ikan di sekitaran Kecamatan Karang Intan dalam sepekan ini tidak hanya berpengaruh pada roda ekonomi petani ikan saja.
Pengaruh tersebut juga dirasakan oleh pihak perusahaan pakan. Seperti yang diterangkan salah seorang pegawai marketing yang bekerja di salah satu perusahaan pakan yang cukup ternama di Kalimantan Selatan, Muhaimin, peristiwa matinya ribuan ikan ini sangat berdampak kepada pergerakan keuangan agen – agen diperusahaannya.
Ia juga menambahkan, lantaran parahnya jumlah kematian ikan yang terjadi di Sepanjang aliran Sungai Riam Kanan, tentu saja memerlukan waktu pemulihan finansial bagi para agen yang cukup lama.
“Pembayaran pakan kepada agen dipastikan banyak yang akan jatuh tempo,” cetusnya kepada Reporter ini melalui Via Whatsapp, Kamis (17/10).
Pada hari yang sama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly, menerjuni langsung wilayah – wilayah yang menjadi lokasi matinya ribuan ikan. Ia mebeberkan, pemantauan lokasi dimulai dari Desa Mandikapau Barat menuju ke arah Desa Mali – Mali.
Bersama 2 anggota DPRD Dapil Kabupaten Banjar 5, Soraya dan Mulkan menurut Riza Dauly, pihaknyua akan segera membersihkan bangkai – bangkai ikan yang lumayan mencemari Sungai Riam Kanan tersebut.
“Kedepannya kami juga akan memperkuat koordinasi kepada instansi vertikal seperti BMKG, Dinas PUPR Provinsi Kalsel khususnya Komisi Irigasi Provinsi, untuk mengatur siklus penebaran bibit ikan. Sehingga bencana seperti ini tidak terjadi lagi bahkan setiap tahun,” terang pria yang akrab Dauly.
“Kemungkinan ada 2 perilaku yang mampu mencegah terjadi bencana ini kedepannya. Pertama melewati perilaku alam dengan teknologi tinggi. Kemudian mengatur perilaku pembudidaya baik dari segi fasilitas maupun bimbingan mengenai cara membudidaya ikan Di KJA itu sendiri. Supaya kerugian yang mencapai sekitar 1 milyar rupiah ini tidak menjadi agenda tahunan bagi petani ikan kita,” Pungkasnya.



