REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran aturan pembelajaran jam masuk sekolah diundur pukul 08.30 Wita setiap hari.
Dalam surat edaran (SE) bernomor 400.3.1/2142/Set/Disdik, berisi 7 poin tindak lanjut dari kondisi kepekatan kabut asap maupun musim kemarau panjang yang tengah melanda di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Katanya, dari tujuh poin surat edaran tersebut, satu poin diantaranya mengundur jam masuk sekolah.
“Surat ini sudah ditembuskan ke semua sekolah di Banjarbaru,” ucap Kepala Disdik Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo, Jum’at (8/9/23).
SE itu dikeluarkan bukan tanpa alasan, karena menurutnya hampir setiap subuh dan pagi hari, kabut asap menyelimuti wilayah Liang Anggang, Landasan Ulin, dan sekitarnya.
Akibatnya ribuan warga di Kota Banjarbaru terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sehingga dengan dikeluarkannya SE tersebut, diharapkan anak-anak bisa terhindar dari serangan penyakit ISPA.
“Kesehatan anak nomor satu, kami tidak ingin anak-anak yang niatnya belajar malah terkena penyakit akibat kabut asap. Jadi pembelajaran dimulai pukul 08.30 Wita saat kabut asap sudah mulai berkurang,” terangnya.
Ia juga meminta, kepada semua pihak sekolah yang ada di Kota Banjarbaru selalu menyiapkan UKS nya, untuk berjaga-jaga apabila ada anak yang terkena penyakit ISPA.
Sebab, setiap sekolah kondisi dan situasinya berbeda-beda, khususnya di wilayah Liang Anggang dan Landasan Ulin yang kabut asapnya sangat tebal.
“Kami juga memberikan kebebasan kepada pihak sekolah terkait jam pulang sekolah untuk mengutamakan keselamatan anak,” ujarnya.
Adapun data sebaran satuan pendidikan, terdapat puluhan sekolah yang berada di lokasi rawan kabut asap.
Yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 8 sekolah, Sekolah Dasar (SD) 31 sekolah, dan Taman Kanak-kanak (TK) 56 sekolah.
“Kalau dirasa tidak memungkinkan melakukan pembelajaran, silahkan libur dan melakukan pembelajaran dari rumah, keputusan ini kami serahkan ke masing-masing sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Landasan Ulin Utara, Suwardi mengatakan, sekolahnya sudah memberlakukan masuk jam siang yaitu 08.30 Wita sejak adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
“Kami mulai memberlakukan mulai kemarin hari Kamis, memang sebelumnya didaerah kami sangat terdampak dengan kabut asap,” ujarnya.
Ia mengatakan, ketika anak-anak sampai di sekolah, kegiatannya akan dilakukan di dalam ruangan, karena udara di dalam ruangan lebih bagus.
“Semuanya, termasuk orang tuanya diharapkan memakai masker, dan mengurangi aktivitas diluar rungan,” harapnya.
Kemudian untuk mata pelajaran olahraga, katanya akan menyesuaikan, tergantung kondisi cuaca.
Jika kondisi cuaca baik maka dilakukan di luar ruangan dan sebaliknya.
Karena menurutnya, pelajaran olahraga tidak harus selalu fisik tetapi bisa juga dengan teori.
“Mata pelajaran olahraga, kalau tidak sempat pagi, kami kedalam kelas, bisa dilaksanakan didalam kelas, jika udara sudah baik maka bisa dibawa kelapangan,” ungkapnya.
Diketahui, SDN 1 Landasan Ulin Utara memiliki 24 rombongan belajar (rombel), setiap kelas ada 4 rombel.
“Jadi kelas 1 A, B, C, D, sampai kelas 6, jumlah muridnya ada 711 sekarang, gurunya ada 41, jam pulang sekolah seperti biasanya,” pungkaanya.



