REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya Pemerintah Kabupaten Banjar dalam memerangi stunting dan masalah gizi mikro terus menggeliat, tak hanya melalui sektor kesehatan, tetapi juga pertanian. Salah satu terobosan terbaru yang digencarkan adalah pemanfaatan varietas unggul baru (VUB) padi IR Inpari Nutri Zinc—padi dengan kandungan mineral zinc lebih tinggi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Wujud nyata dari upaya tersebut terlihat pada kegiatan temu lapang demplot diseminasi VUB di lahan percontohan milik Kelompok Tani Sentosa, Desa Batang Banyu, Kecamatan Sambung Makmur, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini digelar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui BPP Sambung Makmur dan menghadirkan puluhan petani dari berbagai desa sekitar, beserta unsur pemerintahan dan penyuluh pertanian.
Varietas IR Inpari Nutri Zinc merupakan hasil inovasi pemuliaan tanaman yang mengandung unsur zinc lebih tinggi dibanding padi pada umumnya. Zinc diketahui menjadi salah satu mineral penting dalam pertumbuhan anak dan pencegahan stunting—masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan pembangunan manusia di Kabupaten Banjar dan Indonesia secara luas.
Melalui demplot ini, para petani memperoleh edukasi langsung mengenai performa tanaman Inpari Nutri Zinc di lapangan, meliputi daya tahan terhadap hama dan penyakit, potensi produktivitas, hingga teknik budidayanya. Harapannya, varietas ini dapat diadopsi secara luas di Sambung Makmur untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Sambung Makmur, Sunaryo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembangunan pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Diharapkan ke depan lebih banyak lagi program yang dapat diserap dan diterapkan oleh kelompok tani guna mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, KJF Distan Banjar, Agus Triyanto bersama penyuluh Nuruddin menyampaikan materi mengenai budidaya padi yang baik dan modern. Mereka mendorong petani untuk adaptif terhadap teknologi pertanian terbaru demi peningkatan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
“Jadikan padi Inpari IR Nutri Zinc ini sebagai simbol semangat baru, semangat berinovasi dan menciptakan pertanian yang menyehatkan serta menyejahterakan,” tegas Agus.
Ketua Kelompok Tani Sentosa, Amrullah, menyampaikan apresiasi karena dipercaya menjadi lokasi penerapan demplot varietas padi inovatif ini.
“Kami berharap kegiatan ini mendatangkan keberkahan dan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya Desa Batang Banyu,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Mantri Tani/KCD Sambung Makmur, Shafrian Mubarok, menekankan pentingnya keberanian petani untuk berubah dan berkembang.
“Jangan pernah takut mencoba hal baru. Mari kita tanam semangat optimisme, rawat benih inovasi ini, dan nikmati hasilnya,” tutupnya.
Kegiatan temu lapang ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam mendorong pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat Kabupaten Banjar. Dengan sinergi semua elemen—pemerintah, penyuluh, dan petani—transformasi pertanian menuju generasi bebas stunting menjadi semakin nyata.
Wujud nyata dari upaya tersebut terlihat pada kegiatan temu lapang demplot diseminasi VUB di lahan percontohan milik Kelompok Tani Sentosa, Desa Batang Banyu, Kecamatan Sambung Makmur, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini digelar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui BPP Sambung Makmur dan menghadirkan puluhan petani dari berbagai desa sekitar, beserta unsur pemerintahan dan penyuluh pertanian.
Varietas IR Inpari Nutri Zinc merupakan hasil inovasi pemuliaan tanaman yang mengandung unsur zinc lebih tinggi dibanding padi pada umumnya. Zinc diketahui menjadi salah satu mineral penting dalam pertumbuhan anak dan pencegahan stunting—masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan pembangunan manusia di Kabupaten Banjar dan Indonesia secara luas.
Melalui demplot ini, para petani memperoleh edukasi langsung mengenai performa tanaman Inpari Nutri Zinc di lapangan, meliputi daya tahan terhadap hama dan penyakit, potensi produktivitas, hingga teknik budidayanya. Harapannya, varietas ini dapat diadopsi secara luas di Sambung Makmur untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Sambung Makmur, Sunaryo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembangunan pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Diharapkan ke depan lebih banyak lagi program yang dapat diserap dan diterapkan oleh kelompok tani guna mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, KJF Distan Banjar, Agus Triyanto bersama penyuluh Nuruddin menyampaikan materi mengenai budidaya padi yang baik dan modern. Mereka mendorong petani untuk adaptif terhadap teknologi pertanian terbaru demi peningkatan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
“Jadikan padi Inpari IR Nutri Zinc ini sebagai simbol semangat baru, semangat berinovasi dan menciptakan pertanian yang menyehatkan serta menyejahterakan,” tegas Agus.
Ketua Kelompok Tani Sentosa, Amrullah, menyampaikan apresiasi karena dipercaya menjadi lokasi penerapan demplot varietas padi inovatif ini.
“Kami berharap kegiatan ini mendatangkan keberkahan dan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya Desa Batang Banyu,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Mantri Tani/KCD Sambung Makmur, Shafrian Mubarok, menekankan pentingnya keberanian petani untuk berubah dan berkembang.
“Jangan pernah takut mencoba hal baru. Mari kita tanam semangat optimisme, rawat benih inovasi ini, dan nikmati hasilnya,” tutupnya.
Kegiatan temu lapang ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam mendorong pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat Kabupaten Banjar. Dengan sinergi semua elemen—pemerintah, penyuluh, dan petani—transformasi pertanian menuju generasi bebas stunting menjadi semakin nyata.



