REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Gelombang jamaah Pengajian Rutin minggu malam terus berdatangan dan mulai memadati sejumlah ruas jalan utama di Kota Banjarbaru. Kepadatan paling terasa terjadi di kawasan Bundaran Simpang Empat, yang menjadi titik krusial arus pergerakan jamaah menuju Sekumpul, Martapura.
Pantauan Redaksi8.com, Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 11.50 Wita, ribuan jamaah dari berbagai daerah tampak memasuki Banjarbaru melalui Jalan Ahmad Yani dan Jalan Mistar Cokrokusumo. Arus kendaraan mengalir nyaris tanpa henti, didominasi sepeda motor dan kendaraan rombongan jamaah.
Seiring meningkatnya volume kendaraan, petugas gabungan bersama relawan segera menerapkan rekayasa lalu lintas. Akses kendaraan roda empat menuju Martapura untuk sementara ditutup, sementara jalur tersebut hanya diperbolehkan dilalui kendaraan roda dua.
Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurai kemacetan sekaligus mengoptimalkan pengaturan kantong parkir jamaah di sejumlah titik yang telah disiapkan. Sementara itu, kendaraan roda empat, bus, dan angkutan lainnya dialihkan ke arah Sungai Ulin untuk mengurangi kepadatan di jalur utama menuju kawasan Sekumpul.
“Arahan ke Sungai Ulin sudah diberlakukan sejak kemarin. Di sana nanti ada petugas yang siap memberikan petunjuk lebih lanjut,” ujar salah satu relawan yang berjaga di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru.
Petugas dan relawan juga terus mengimbau seluruh jamaah agar mematuhi arahan di lapangan. Kepatuhan jamaah dinilai sangat penting demi kelancaran arus lalu lintas, keselamatan bersama, serta terciptanya situasi yang aman dan tertib selama rangkaian kegiatan 5 Rajab berlangsung.
“Kami berharap para jamaah mengikuti arahan petugas dan relawan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.
Pantauan Redaksi8.com, Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 11.50 Wita, ribuan jamaah dari berbagai daerah tampak memasuki Banjarbaru melalui Jalan Ahmad Yani dan Jalan Mistar Cokrokusumo. Arus kendaraan mengalir nyaris tanpa henti, didominasi sepeda motor dan kendaraan rombongan jamaah.
Seiring meningkatnya volume kendaraan, petugas gabungan bersama relawan segera menerapkan rekayasa lalu lintas. Akses kendaraan roda empat menuju Martapura untuk sementara ditutup, sementara jalur tersebut hanya diperbolehkan dilalui kendaraan roda dua.
Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurai kemacetan sekaligus mengoptimalkan pengaturan kantong parkir jamaah di sejumlah titik yang telah disiapkan. Sementara itu, kendaraan roda empat, bus, dan angkutan lainnya dialihkan ke arah Sungai Ulin untuk mengurangi kepadatan di jalur utama menuju kawasan Sekumpul.
“Arahan ke Sungai Ulin sudah diberlakukan sejak kemarin. Di sana nanti ada petugas yang siap memberikan petunjuk lebih lanjut,” ujar salah satu relawan yang berjaga di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru.
Petugas dan relawan juga terus mengimbau seluruh jamaah agar mematuhi arahan di lapangan. Kepatuhan jamaah dinilai sangat penting demi kelancaran arus lalu lintas, keselamatan bersama, serta terciptanya situasi yang aman dan tertib selama rangkaian kegiatan 5 Rajab berlangsung.
“Kami berharap para jamaah mengikuti arahan petugas dan relawan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.



