REDAKSI8.COM – Sepanjang jalan di Lapangan Dr. Murjani depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Banjarbaru hingga depan Gedung Bina Satria pagi hari ini tengah di padati sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Subuh Kota Banjarbaru, Kamis (18/3).
Kendati sebagian PKL Pasar Subuh yang menolak tawaran relokasi pemerintah daerah di 5 tempat yang telah ditetapkan seperti di Pondok Mangga di Loktabat, Pasar Cempaka, Pasar Palm, Pasar Ulin Timur serta Pasar Abadi Guntung Manggis menilai jaraknya terlalu jauh.

Sehingga para PKL menganggap, lokasi yang jauh itu sangat sulit mencari konsumen.

Ketidakpuasan para PKL pasar subuh atas kebijakan Pemerintah Daerah itulah membuat Norhalimah, Pedagang Ayam dan PKL lainnya memilih untuk membuka lapak dagang di depan Kantor DPRD Banjarbaru.
“Siapa yang mau berdagang di daerah hutan seperti itu. Siapa yang mau beli di dekat SMP 9 itu. Jauh!,” tegas Norhalimah kepada Redaksi8.com.
Saat ini Pemerintah Daerah telah menutup total aktivitas para PKL Pasar Subuh di Pasar Bauntung Lama setelah para PKL diberikan dispensasi waktu hingga pilihan lokasi. Dengan mengerahkan tenaga TNI, Polri beserta Dishub Kota Banjarbaru, lokasi tersebut sejak tadi malam telah dijaga ketat.
“Disini laris manis dan ramai. Kami tidak mau ditaruh di lokasi kaya hutan disana. Kami juga mau berkumpul di pasar bauntung yang baru. Bukan tidak mau pindah tapi lokasi gantinya itu lho kejauhan siapa yang mau beli,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Abdul Basid saat ditemui pewarta ini di Pasar Bauntung Lama yang tengah ikut berjaga bersama TNI Polri menolak untuk diminta wawancara.
“Wawancara tidak dulu ya, kalau poto-poto silahkan,” ujarnya.



