REDAKSI8.COM, BANJAR – Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu desa paling progresif di Kabupaten Banjar. Melalui kepemimpinan pemerintahan desa yang inovatif serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat, desa ini berhasil meraih penghargaan nasional atas capaian di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Pambakal Awang Bangkal Barat bersama BUMDes Putra Bulu, sebagai bentuk pengakuan atas praktik tata kelola pemerintahan desa yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Prestasi ini menempatkan Awang Bangkal Barat sebagai representasi keberhasilan pembangunan desa yang tidak hanya administratif, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Di bawah kepemimpinan Pambakal Pajrul Ripani, Pemerintah Desa Awang Bangkal Barat dinilai konsisten mendorong program pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas, penguatan ekonomi lokal, serta optimalisasi potensi desa berbasis sumber daya lokal. Pendekatan tersebut menjadikan desa tidak sekadar sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek utama penggerak perubahan.
Salah satu sorotan utama penghargaan nasional ini adalah peran BUMDes Putra Bulu sebagai lokomotif ekonomi desa. BUMDes tersebut dinilai berhasil mengembangkan unit-unit usaha produktif yang mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat desa.
Keberhasilan BUMDes Putra Bulu bahkan mendapat apresiasi langsung dari Menteri Desa, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa desa memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi rakyat dan inovasi pembangunan nasional.

“BUMDes bukan hanya instrumen ekonomi desa, tetapi juga ruang belajar kolektif masyarakat dalam membangun kemandirian,” ujar Menteri Desa sebagaimana disampaikan dalam agenda penghargaan tersebut.
Pengakuan nasional ini sekaligus mempertegas posisi Desa Awang Bangkal Barat sebagai desa yang telah mencapai status desa mandiri, dengan berbagai program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari inovasi pelayanan publik hingga pengembangan ekonomi kreatif desa, Awang Bangkal Barat kerap dijadikan rujukan bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Pambakal Awang Bangkal Barat, Pajrul Ripani, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Keberhasilan ini lahir dari sinergi. Pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat berjalan bersama. Tanpa dukungan warga, inovasi tidak akan berjalan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan desa.
“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi milik seluruh masyarakat Awang Bangkal Barat. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat kemandirian desa melalui pengembangan BUMDes agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh warga,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Desa Awang Bangkal Barat tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Banjar di tingkat nasional, tetapi juga memperlihatkan bahwa desa mampu menjadi garda terdepan pembangunan, pusat inovasi, serta penggerak utama ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.



