REDAKSI8.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan mengambil langkah strategis dengan mengalihkan fokus belanja modal pada infrastruktur konektivitas dan pertanian dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Di tengah penyesuaian anggaran yang sedang berlangsung, Pemkab Balangan memutuskan untuk mengurangi alokasi belanja untuk gedung dan bangunan, lalu mengalihkannya untuk meningkatkan anggaran pembangunan jalan, jaringan, serta irigasi.


Pergeseran tersebut menunjukkan upaya nyata pemerintah daerah dalam memfokuskan belanja pada infrastruktur dasar yang dinilai lebih mendesak serta memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan pergeseran anggaran infrastruktur ini dipicu oleh berkurangnya alokasi dana desa sebesar Rp53,8 miliar dari pemerintah pusat, yang turut memengaruhi pendapatan transfer daerah.
Langkah penyesuaian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan, Fakhriyanto, saat membacakan pidato Bupati Balangan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Balangan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Balangan, Senin (3/8/2026).
Penurunan transfer itu memaksa pemerintah daerah menyusun kembali prioritas belanja kemampuan fiskal yang tersedia tetap mampu menopang pelayanan publik dan pembangunan mendesak.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah bersama DPRD menegaskan komitmennya untuk memastikan penyesuaian fiskal tidak menghentikan program strategis yang telah dirancang.
Setiap kegiatan dievaluasi ketat berdasarkan skala prioritas dan tingkat urgensi.
Belanja yang dinilai kurang mendesak dibatasi demi mengamankan program yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Dalam kondisi fiskal yang mengalami penyesuaian, pemerintah tetap berupaya menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu serta pembangunan yang menjadi kebutuhan mendasar tetap dapat dilaksanakan,” demikian isi sambutan Bupati yang dibacakan Sekda.
Secara rincian postur keuangan, pendapatan daerah setelah perubahan diproyeksikan mencapai Rp1,980 triliun atau mengalami penurunan sekitar 1,81 persen.
Sementara itu, alokasi belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,876 triliun atau turun sekitar 1,25 persen, sehingga memicu defisit anggaran sebesar Rp896,4 miliar yang ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Kendati harus melakukan efisiensi dengan membatasi belanja yang dianggap kurang mendesak, Pemkab Balangan tetap menempatkan program kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik di garda depan.
Penyampaian Raperda Perubahan APBD 2026 ini selanjutnya akan dibahas intensif bersama DPRD Kabupaten Balangan untuk mendapatkan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan harapan seluruh agenda pembangunan infrastruktur dapat terealisasi hingga akhir tahun anggaran.

