REDAKSI8.COM, ANJAR – Upaya inovatif dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar dalam mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi. Melalui Bidang Pengembangan dan Pengawasan Usaha Perikanan, DKPP menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan di Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat sekitar Waduk Riam Kanan dengan fokus pada pengolahan ikan lokal, khususnya ikan lauhan, menjadi produk bernilai tambah berupa amplang. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajarkan teknik pengolahan, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang pengemasan produk hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar.
Selama ini, ikan lauhan dikenal sebagai “hama” di Waduk Riam Kanan. Populasinya yang berlebih kerap mengganggu ekosistem perairan, menekan keberadaan ikan lokal, serta mengancam keseimbangan lingkungan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian waduk.
Namun melalui pendekatan kreatif, DKPP justru mengubah masalah tersebut menjadi peluang. Ikan lauhan yang sebelumnya dianggap merugikan kini dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan pangan yang memiliki nilai ekonomi.
“Ini adalah langkah konkret bagaimana persoalan lingkungan bisa diselesaikan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Plt. Kepala Bidang Pengembangan dan Pengawasan Usaha Perikanan, Hamdani.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kecil berbasis potensi lokal.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu mengendalikan populasi ikan lauhan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan. Ke depan, amplang berbahan dasar ikan lauhan diharapkan dapat menjadi produk unggulan khas daerah yang mampu menembus pasar yang lebih luas.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih “tajam” (gaya investigatif), atau versi lebih singkat untuk media online.



