REDAKSI8.COM, BANJAR — Memasuki hari keenam masa tanggap darurat banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus menegaskan komitmennya untuk hadir dan bekerja di tengah masyarakat terdampak. Penanganan tidak hanya difokuskan pada pendistribusian bantuan logistik, tetapi juga penguatan dapur umum agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Bantuan berupa paket sembako hingga makanan siap saji terus disalurkan ke sejumlah kecamatan yang masih terendam banjir. Salah satu pusat aktivitas bantuan berada di Posko Dapur Induk Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, yang menjadi titik koordinasi lintas instansi pemerintah provinsi dan kabupaten.
Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banjar turut ambil bagian secara langsung. Pada Sabtu (3/1/2026) pagi, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar menurunkan para pegawainya untuk membantu proses pengemasan dan pendistribusian makanan kepada warga terdampak di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk.
Kepala DKISP Kabupaten Banjar HM Aidil Basith melalui Koordinator kegiatan sekaligus Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Ali Akbar, menegaskan bahwa keterlibatan DKISP merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam situasi bencana.
“Alhamdulillah, hari ini sekitar 5.000 bungkus nasi telah disiapkan dan dibagikan. Untuk wilayah sekitar eks Kantor Kecamatan Sungai Tabuk ini, kami ikut membantu proses pembagiannya,” ujar Ali Akbar.
Ia menjelaskan, operasional dapur induk dan pembagian makanan tersebut dikoordinir oleh rekanan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan dukungan sejumlah SKPD Kabupaten Banjar seperti Bappedalitbang dan DPRKPLH. Sinergi lintas instansi ini dinilai krusial untuk memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Khusus DKISP pada sesi pagi ini, kami membagikan sekitar 300 bungkus nasi kepada warga yang mengungsi di sekitar dapur induk Dinas Sosial,” tambahnya.
Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut, Ali Akbar juga mengajak masyarakat terdampak untuk tetap bersabar dan saling menguatkan. Ia berharap air segera surut agar aktivitas warga dapat kembali normal.
“Kami berharap masyarakat tetap tabah menghadapi musibah ini. Mari kita berdoa bersama agar banjir segera berlalu,” ucapnya.
Upaya Pemkab Banjar tidak berhenti di satu lokasi. Ali Akbar menyampaikan bahwa dapur induk akan kembali beroperasi pada sesi sore hari dengan dukungan SKPD dan Perusahaan Daerah (Perumda) Kabupaten Banjar lainnya, di antaranya Perumda Pasar Bauntung Batuah, Dinas PUPRP, serta Dinas PMD.
Sementara itu, di Kecamatan Martapura Barat yang juga terdampak banjir cukup parah, operasional dapur umum pada pagi hari dibantu oleh Dinas Perhubungan, BPKPAD, serta PTAM Intan Banjar. Dukungan berlanjut pada sesi sore dengan keterlibatan Disbudporapar, DKUMPP, dan BKPSDM.
Pemkab Banjar juga telah menjadwalkan keterlibatan sejumlah SKPD dan Perumda lainnya untuk membantu operasional dapur umum pada Minggu (4/1/2026) di Kecamatan Kertak Hanyar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan makanan dan kebutuhan dasar warga tetap terjaga selama masa tanggap darurat.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemkab Banjar berharap penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.



