REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga cabai di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru masih bertahan tinggi meski puncak musim hujan telah terlewati.
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama terbatasnya pasokan dari petani.


Hal itu membuat harga cabai mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Namun lonjakan paling signifikan terjadi pada cabai kecil jenis japlak.
Seorang pedagang cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru, Halim mengungkap, harga cabai japlak kini telah menyentuh angka Rp80 ribu per kilogram.
“Naiknya sekarang 15 persen, yang paling banyak yang cabai kecil japlak naiknya sekarang Rp80 ribu per kilogramnya,” ujarnya, Kamis (5/2/26).
Ia menjelaskan, sebelumnya harga cabai japlak masih berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram dan mulai naik sejak sepekan terakhir.
Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai tiung yang sebelumnya dijual Rp60 ribu per kilogram, kini ikut menembus harga Rp80 ribu.
Sementara untuk cabai besar, lonjakan harga terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau cabai besarnya hari ini Rp35 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 20 ribu saja minggu kemarin, naik sekitar tiga hari yang lalu,” katanya.
Halim menyebut, sebagian besar pasokan cabai berasal dari petani lokal Kalimantan Selatan, kecuali cabai tiung yang didatangkan dari Sulawesi.
Ia menilai pasokan saat ini cukup terbatas akibat banyak tanaman cabai petani terdampak hujan dan genangan air.
“Sebagian yang tanaman di bawah kebanjiran, matian, barangnya tidak ada. Cuma kita dari mana-mananya masih mencari juga, sementara ini yang paling banyak dari daerah Bati-bati,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan peningkatan pasokan, menurut Halim hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca, sebab cabai tidak bisa disimpan dalam waktu lama.
“Kalau cabai itu nggak bisa kalau distok begini, mau berapa tahun nggak bisa busuk semua,” ucapnya.
Meski harga alami kenaikan, ia memperkirakan lonjakan permintaan cabai akan terjadi menjelang dan saat bulan suci Ramadan.
“Kalau hari biasa itu satu hari terjual satu pikulan atau seratus kilo, biasanya meningkat H-1 puasa dan pertengahan,” tutupnya.



