REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Tidak tanggung-tanggung, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) baru-baru ini sudah dua kali di tahun yang sama menghebohkan warga Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan.
Bagaimana tidak, dalam sebulan ULM menorehkan dua penghargaan dunia.

Pertama, Prodi PAUD dan Kehutanan ULM duduk di tingkat 30 dunia atau prodi kelas Internasional.
Kedua, salah satu Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM Prof. Drs. Ahmad Suriansyah berhasil menempati peringkat 32 dunia sebagai peneliti di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) versi AD Scientific Index.
Tidak berlebihan jika dari prestasi gemilang tersebut membuat ULM menduduki peringkat 15 besar universitas terbaik Indonesia versi AD Scientific Index tahun 2025.
Rektor ULM, Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi karena ini hasil kerja keras seluruh civitas akademika ULM, khususnya para peneliti yang konsisten menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Bahkan, dari prestasi itu juga, ULM menerima Piagam Penghargaan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi Rektor Prof. Ahmad dalam memajukan pendidikan tinggi, mengembangkan riset, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di acara puncak Dies Natalis ULM ke-67 pada Senin (22/9/2025) di Auditorium ULM Banjarbaru.
Ketua DPRD Supian HK mengatakan, penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas upaya nyata ULM di bawah kepemimpinan Prof. Ahmad yang konsisten mendorong transformasi perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
“Sejak memimpin, Prof. Ahmad menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” ucap Supian HK.
Hal ini sejalan dengan misi ULM sebagai Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Kalimantan untuk hadir dan berdampak dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam tiga tahun terakhir, ULM mencatat sejumlah capaian strategis.
Pada tahun 2023, mahasiswa ULM berhasil menorehkan sejarah dengan meraih prestasi pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional, menjadikan ULM semakin dikenal dalam kompetisi akademik.
Pada 2024, ULM memperkuat perannya di kancah internasional melalui berbagai kerja sama akademik dan riset, termasuk program pertukaran mahasiswa dengan sejumlah universitas di Asia Tenggara.
Sementara itu, pada 2025, ULM menjadi satu-satunya universitas di dunia yang memperoleh izin resmi mengelola 611 hektare lahan mangrove, sebuah pencapaian monumental dalam bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Selain itu, Laboratorium Terpadu ULM berhasil memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), yang memperkuat posisi ULM sebagai pusat layanan riset dan uji laboratorium berstandar nasional.
Di bidang kewirausahaan, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menjadi salah satu unggulan dengan dukungan pendanaan dan pendampingan intensif, menegaskan komitmen ULM dalam mencetak generasi muda berjiwa entrepreneurial.



