Kamis, 23 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Gunung Kahung Akan ‘Diekspose’ Habis-Habisan

Mapala Piranha Gelar Pendakian Merah Putih Pada Hut RI Ke 73 di Gunung Kahung

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
31 Juli 2018
A A
Gunung Kahung Akan ‘Diekspose’ Habis-Habisan

Puncak Gunung Kahung 1.456 mdpl

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Beragam bentuk aksi, kegiatan, perayaan dan perlombaan yang akan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus, sebagian menampilkan kehebohan. Mulai dari upacara bendera di bawah permukaan laut sampai ribuan meter di puncak pegunungan, hanya untuk mengibarkan bendera kebanggaan Republik Indonesia, Merah Putih.

Hal tersebut tentunya mendapat perhatian dan apresiasi bagi seluruh kalangan masyarakat dunia. Tak heran jika  wisatawan asing semakin sering mengunjungi bumi ibu pertiwi ini. Melihat beberapa tahun terakhir, sebagian besar upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan oleh sejumlah komunitas atau sekelompok orang berada di lokasi wisata bahkan Taman Nasional.

Pengibaran bendera merah putih di dasar laut Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan kedalaman 20 meter yang dipimpin langsung oleh Bupati Wakatobi Arhawi,  kemudian pendakian merah putih di Gunung Semeru Jawa Timur yang dilakukan oleh  rekanan Pecinta Alam se-Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (MDPL), dilakukan hanya untuk memperingati Dirgahayu RI yang ke 72 tahun lalu.

Hal serupa juga akan dilakukan di kota berjuluk kota seribu sungai, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rencananya, sekelompok pemuda pemudi yang menyebut dirinya sebagai Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat, akan menggelar pendakian Merah putih (PMP) di Kawasan Pegunungan Meratus Taman Hutan Raya Sultan Adam Puncak Kahung 1.456 (MDPL), di Desa Belangian Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, pada HUT RI yang ke 73 ini.

LihatJuga :

Polda Metro Jaya akan memanggil Hotman Paris, Ketua PWI Kalsel Nyatakan Selaras Dengan PWI Pusat

UPD RSD Idaman Banjarbaru Rilis Stok Darah Terkini, Komponen Trombosit Kosong

Tujuh Fraksi DPRD Kapuas Sampaikan Pendapat Akhir atas 10 Raperda

Empat Bakal Calon Rektor ULM Sampaikan Visi dan Misi, Senat Siapkan Penyaringan Tiga Nama Terbaik

Salah satu keindahan alam Gunuung Kahung

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh seluruh Mapala di Kalimantan Selatan. Biasanya lokasi kegiatan berada di Desa Kiyu, Kecamatan batang Alai timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, puncak Gunung Halau-halau. Namun tahun ini sedikit berbeda, lantaran organisasi yang berdiri sejak 19 September 1984, memutuskan memindah lokasi pendakian merah putih ke Puncak Gunung Kahung, yang notabene masih berada di kawasan Pegunungan Meratus.

Ketua Mapala Piranha Arif Fadillah, mengatakan, alasan pemindahan tempat kegiatan tersebut semata-mata untuk mengembangkan salah satu lokasi yang memiliki potensi objek wisata yang cukup menjanjikan di Kalimantan Selatan. Disamping lokasi tersebut belum terlalu banyak mendapatkan ekspose media, menurutnya pendapatan untuk masyarakat setempat juga diharapkan mengalami peningkatan.

“Tujuan kami tidak muluk-muluk, membantu pemerintah dalam pengembangan pariwisata di Kalimantan Selatan , dan membantu menjembatani peningkatan nilai ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat Mapala Piranha, Selasa (31/7).

Ia mengungkapkan, kegiatan ini memang sedikit berbeda dari kegiatan pendakian sebelumnya. Soalnya, para peserta yang boleh mengikuti kegiatan PMP tersebut hanya kalangan Pecinta Alam saja, bukan untuk masyarakat umum. “Bisa dikatakan gunung ini masih “perawan”, para mapala saja sangat jarang bisa menembus sampai ke puncak gunung ini, karena yang pertama kali menemukan puncak gunung kahung ini adalah senior kami pada tahun 2009, disusul Mapala Kompas Borneo ULM pada tahun 2011. Oleh karena itu, sementara pendakian ini khusus mapala dulu, karena jalur pendakiannya sedikit menantang,” terang pria akrab disapa Arif ini.

Lebih jauh kepada redaksi8.com, peserta juga wajib membawa buku bacaan, yang akan disumbangkan kepada penduduk setempat.

“Kami ingin anak-anak sampai orang dewasa di desa Belangian gemar membaca, walaupun letak desa ini jauh dari keramaian kota, pengetahuan dan wawasannya tidak kalah dengan masyarakat yang dekat dengan bermacam fasilitas,” harapnya.

Air Terjun Kahung

Persiapan kegiatan PMP ini menurut salah satu Anggota Luar Biasa Mapala Piranha, Sugian Tony, memerlukan waktu kurang lebih satu tahun. Ia bersama rekannya Safwan, Ilham, Zainuddin dan beberapa teman satu organisasinya yang berangkat pada Agustus 2017 lalu,  harus rela berdiam di hutan selama 2 minggu untuk menemukan Puncak Gunung Kahung yang sudah lama tidak terjamah tersebut.

“Sempat kehilangan arah, tapi kami tetap berjalan dan mencari puncak yang menjadi misteri itu. Banyak bukit yang kami temui disana kondisinya terjal dan lembah yang sangat curam. karena itulah, saat survei memakan waktu yang sangat lama, kami berusaha untuk memilih jalur yang aman dan nyaman untuk bisa dilewati banyak orang,” jelasnya.

Sekitar 2 jam mendekati puncak kahung, pria yang dikenal dengan sebutan Tony ini menerangkan, cuma ada dahan pohon dan akar-akar saja yang dapat dijadikan sebagai pijakan. Pasalanya, bagian tanah sudah tidak terlihat lagi.

Salah satu jalur pendakian gunung Kahung

“Kami seperti berada di film kartun marsupilami, yang kami injak sampai menuju puncak hanya dahan pohon dan akar saja. Jika kami memaksa untuk lewat bawah maka kami tidak dapat mencapai puncak, karena kami harus menebas dahan-dahan itu dulu dan membuka jalurnya. Hal itu pastinya memakan waktu lebih lama lagi, sedangkan kami sudah hampir 2 minggu berada di hutan tropis ini dengan kondisi logistik yang kian menipis, jalur komunikasi pun cukup sulit ketika berada di atas sana. Di tambah cuaca kabut yang sebagian besar menutupi pandangan kami,” ceritanya kepada jurnalis redaksi8.com.

Setelah menemukan Puncak Gunung Kahung, survei selanjutnya kata Ketua Pelaksana Kegiatan Tri Andhini Puspa Ningsih, dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Disamping untuk memastikan jalur yang sudah di buka oleh teman-teman sebelumnya, pihaknya juga memasang penanda jalur yang disebut dengan istilah Streamline, untuk menjadi acuan nantinya pada saat kegiatan pendakian nanti. “Jalur itu kami buat lebih lebar, serta kami letakan beberapa pos, disetiap jalur yang ada persimpangannya,” sebutnya.

PMP tersebut ujar wanita yang dikenal dengan nama Pupik ini, berlangsung selama 6 hari, dari tanggal 12 Agustus sampai 17 Agustus. Dimana rangkaian kegiatannya mulai dari forum diskusi seluruh pecinta alam se-Kalsel, kemudian dilanjutkan dengan pendakian menuju puncak, dan diakhiri dengan upacara bendera peringatan HUT RI yang ke 73, dan ditutup dengan kegiatan bakti sosial bersama masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan acara ini berlangsung dengan lancar dan minim kendala,” inginnya.

Intan – Anggota muda piranha di puncak Gunung Kahung
Share87Tweet55Send

Related Posts

3.000 Warga Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Gubernur Kalsel di Tugu Nol Kilometer

3.000 Warga Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Gubernur Kalsel di Tugu Nol Kilometer

by Irma Dahliana
20 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN - Ribuan masyarakat memadati Amphi Theater di kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin untuk mengikuti nonton bareng (nobar) Final...

Pemprov Kalsel Gelar Nonbar Final Piala Dunia, Bintang-Bintang Muda Spanyol Juara Dunia

Pemprov Kalsel Gelar Nonbar Final Piala Dunia, Bintang-Bintang Muda Spanyol Juara Dunia

by angga sasmita
20 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN - Gema pesta Sepakbola Dunia yang bertajuk FIFA World Cup 2026 yang diadakan di 3 negara ( Amerika...

Juara Eropa Vs Juara Amerika, Yamal dan Pedro Cedera?

Juara Eropa Vs Juara Amerika, Yamal dan Pedro Cedera?

by angga sasmita
18 Juli 2026

REDAKSI8.COM, INTERNASIONAL - Juara Eropa Spanyol akan berhadapan dengan Juara Bertahan dunia Argentina yang juga merupakan Juara Copa Amerika di...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In