REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin turun langsung memastikan kondisi korban selamat insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Ia bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau posko informasi di Terminal Penumpang Trisakti Banjarmasin, kemudian mendatangi sejumlah rumah sakit tempat para korban menjalani perawatan.
Peninjauan dilakukan Senin (14/9/2026), bersama Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dan Sekdaprov Kalsel H Muhammad Syarifuddin.
Usai melihat langsung kondisi korban di RSUD Ulin Banjarmasin dan RS Tingkat III Dr R Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin, Gubernur Muhidin menegaskan Pemerintah Provinsi Kalsel ingin memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan maksimal.
Ia bahkan telah meminta pihak rumah sakit tidak menunda pelayanan bagi para korban.
“Kami sudah perintahkan kepada pihak rumah sakit agar melakukan pelayanan secepatnya untuk para korban,” ujar Muhidin usai peninjauan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan masyarakat Kalsel, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia maupun keluarga penumpang yang hingga kini masih menunggu kabar.
KM Virgo Transport 8 diketahui tenggelam saat melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu dini hari (13/9/2026).
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, TNI, Polri, Basarnas, KSOP, serta berbagai unsur terkait terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Berdasarkan data penanganan korban yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, sebanyak 15 korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Rinciannya, enam orang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, tujuh orang di RS Tingkat III Dr R Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin, serta dua orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Sultan Suriansyah.
Sementara itu, sebanyak 59 korban lainnya telah ditempatkan di penginapan sebelum dipulangkan ke daerah atau rumah masing-masing.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Among Wibowo, mengatakan pihaknya hingga saat ini menerima enam pasien korban tenggelamnya kapal tersebut.
Dari enam pasien tersebut, lima orang telah dipindahkan ke ruangan untuk menjalani observasi dan perawatan lebih lanjut.
Secara umum, para pasien mengalami sejumlah cedera, terutama pada bagian dada, tangan dan kepala.
“Dari hasil CT scan, kondisi pasien alhamdulillah sudah mulai membaik,” kata Among.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan terbaru proses evakuasi dan pencarian korban.
Menurut data terakhir yang diterima Kementerian Perhubungan, sebanyak 108 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sebanyak enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dudy menegaskan belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk menghentikan operasi pencarian. Tim SAR akan terus memaksimalkan upaya menemukan korban yang masih hilang.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, KSOP, pemerintah daerah, hingga unsur terkait lainnya.
Memasuki hari kedua pencarian, Basarnas mengerahkan total 22 armada untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya kapal.
Armada tersebut terdiri atas 17 armada laut dan lima armada udara. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk memperluas pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila kembali ditemukan korban.
Dalam penanganan korban, aspek pembiayaan juga menjadi perhatian. Seluruh biaya pengobatan korban yang menjalani perawatan di rumah sakit akan ditanggung oleh Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku.
Turut mendampingi peninjauan tersebut, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin beserta jajaran.
Awaluddin menjelaskan, keluarga korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta per orang. Selain itu, terdapat tambahan dana ekstra cover dari asuransi PT Jasa Raharja Putera sebesar Rp20 juta.
Sementara bagi korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, tersedia plafon biaya perawatan sebesar Rp20 juta per orang, ditambah perlindungan asuransi Jasa Raharja Putera sebesar Rp10 juta.
Saat ini Jasa Raharja masih melakukan pendataan terhadap para korban dan ahli waris.
“Kami masih mendata korban dan ahli waris. Kalau data sudah terverifikasi, standar layanan kita 2 x 24 jam, dana kita serahkan,” ujar Awaluddin.
Pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat kini terus memprioritaskan dua hal utama, yakni mempercepat pencarian korban yang masih hilang serta memastikan korban selamat memperoleh pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar hingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Peninjauan dilakukan Senin (14/9/2026), bersama Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dan Sekdaprov Kalsel H Muhammad Syarifuddin.
Usai melihat langsung kondisi korban di RSUD Ulin Banjarmasin dan RS Tingkat III Dr R Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin, Gubernur Muhidin menegaskan Pemerintah Provinsi Kalsel ingin memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan maksimal.
Ia bahkan telah meminta pihak rumah sakit tidak menunda pelayanan bagi para korban.
“Kami sudah perintahkan kepada pihak rumah sakit agar melakukan pelayanan secepatnya untuk para korban,” ujar Muhidin usai peninjauan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan masyarakat Kalsel, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia maupun keluarga penumpang yang hingga kini masih menunggu kabar.
KM Virgo Transport 8 diketahui tenggelam saat melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu dini hari (13/9/2026).
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, TNI, Polri, Basarnas, KSOP, serta berbagai unsur terkait terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Berdasarkan data penanganan korban yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, sebanyak 15 korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Rinciannya, enam orang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, tujuh orang di RS Tingkat III Dr R Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin, serta dua orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Sultan Suriansyah.
Sementara itu, sebanyak 59 korban lainnya telah ditempatkan di penginapan sebelum dipulangkan ke daerah atau rumah masing-masing.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Among Wibowo, mengatakan pihaknya hingga saat ini menerima enam pasien korban tenggelamnya kapal tersebut.
Dari enam pasien tersebut, lima orang telah dipindahkan ke ruangan untuk menjalani observasi dan perawatan lebih lanjut.
Secara umum, para pasien mengalami sejumlah cedera, terutama pada bagian dada, tangan dan kepala.
“Dari hasil CT scan, kondisi pasien alhamdulillah sudah mulai membaik,” kata Among.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan terbaru proses evakuasi dan pencarian korban.
Menurut data terakhir yang diterima Kementerian Perhubungan, sebanyak 108 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sebanyak enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dudy menegaskan belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk menghentikan operasi pencarian. Tim SAR akan terus memaksimalkan upaya menemukan korban yang masih hilang.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, KSOP, pemerintah daerah, hingga unsur terkait lainnya.
Memasuki hari kedua pencarian, Basarnas mengerahkan total 22 armada untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya kapal.
Armada tersebut terdiri atas 17 armada laut dan lima armada udara. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk memperluas pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila kembali ditemukan korban.
Dalam penanganan korban, aspek pembiayaan juga menjadi perhatian. Seluruh biaya pengobatan korban yang menjalani perawatan di rumah sakit akan ditanggung oleh Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku.
Turut mendampingi peninjauan tersebut, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin beserta jajaran.
Awaluddin menjelaskan, keluarga korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta per orang. Selain itu, terdapat tambahan dana ekstra cover dari asuransi PT Jasa Raharja Putera sebesar Rp20 juta.
Sementara bagi korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, tersedia plafon biaya perawatan sebesar Rp20 juta per orang, ditambah perlindungan asuransi Jasa Raharja Putera sebesar Rp10 juta.
Saat ini Jasa Raharja masih melakukan pendataan terhadap para korban dan ahli waris.
“Kami masih mendata korban dan ahli waris. Kalau data sudah terverifikasi, standar layanan kita 2 x 24 jam, dana kita serahkan,” ujar Awaluddin.
Pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat kini terus memprioritaskan dua hal utama, yakni mempercepat pencarian korban yang masih hilang serta memastikan korban selamat memperoleh pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar hingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

