REDAKSI8.COM, BANDUNG — Musyawarah Nasional (MUNAS) Roundnet 2026 yang digelar di Gedung SMP Negeri 70 Bandung, Sabtu (14/2/2026), menjadi tonggak penting dalam perjalanan olahraga roundnet di Tanah Air. Forum tertinggi organisasi ini tidak hanya menetapkan kepemimpinan baru, tetapi juga menandai transformasi besar dengan disepakatinya perubahan nama organisasi dari Persatuan Olahraga Roundnet Seluruh Indonesia (PORSI) menjadi Federasi Roundnet Indonesia.
Sejak pagi hari, agenda MUNAS berlangsung dinamis dan sarat substansi. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah aktif mengikuti pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, evaluasi program kerja, serta pengesahan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Seluruh rangkaian sidang mencerminkan semangat konsolidasi organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan berorientasi jangka panjang.
Puncak MUNAS terjadi pada sidang pemilihan Ketua Umum periode 2026–2030. Dalam suasana penuh musyawarah dan kebersamaan, forum secara bulat menetapkan Genta Fajar sebagai Ketua Umum Federasi Roundnet Indonesia melalui mekanisme aklamasi. Keputusan ini menjadi simbol kuat kepercayaan peserta MUNAS terhadap kepemimpinan dan visi yang ditawarkan.
Terpilihnya Genta Fajar secara aklamasi juga mencerminkan soliditas internal organisasi serta keyakinan bahwa kepemimpinan berkelanjutan diperlukan untuk membawa roundnet Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Dalam sambutan perdananya usai ditetapkan sebagai ketua umum, Genta Fajar menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membangun organisasi yang kuat dan berdaya saing.
“Terpilihnya saya secara aklamasi sebagai Ketua Umum Federasi Roundnet Indonesia periode 2026–2030 adalah tantangan besar dalam membangun organisasi ini selama empat tahun ke depan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan roundnet di Indonesia bukanlah proses instan. Olahraga ini mulai diperkenalkan dan diperjuangkan secara serius sejak 2020, dengan berbagai keterbatasan namun dibalut semangat kolektif.
“Semangat perjuangan sejak pertama mempelopori olahraga ini pada 2020 membuat api itu tidak pernah padam. Kini, dengan hadirnya sejumlah pengurus provinsi, kita bisa melihat bahwa masa depan roundnet Indonesia semakin cerah,” lanjutnya.
Lebih jauh, Genta Fajar memaparkan arah strategis kepengurusan periode 2026–2030. Fokus utama yang akan dikejar adalah memperkuat legitimasi organisasi di tingkat nasional, termasuk upaya pendaftaran resmi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Fokus utama kami adalah mendaftarkan Federasi Roundnet Indonesia ke KONI dan mendorong agar roundnet dapat tampil sebagai cabang olahraga eksebisi pada PON NTT/NTB 2028,” tegasnya.
Target tersebut dinilai realistis sekaligus strategis, mengingat PON menjadi panggung penting untuk memperkenalkan cabang olahraga baru kepada publik nasional sekaligus membuka jalan menuju pembinaan atlet yang lebih sistematis.
Dengan disahkannya perubahan nama menjadi Federasi Roundnet Indonesia dan terpilihnya kepemimpinan baru, MUNAS 2026 menandai fase transformasi dan konsolidasi roundnet nasional. Para peserta berharap periode 2026–2030 menjadi momentum percepatan pengembangan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan atlet, perluasan jaringan daerah, serta penguatan eksistensi roundnet di kancah olahraga nasional.
Rangkaian kegiatan MUNAS ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh optimisme dan kebersamaan. Semangat kolektif yang tercermin sepanjang forum menjadi modal penting bagi Federasi Roundnet Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan menancapkan eksistensinya di peta olahraga Indonesia.



