REDAKSI8.COM, KALSEL – Garuda Indonesia siap melayani penerbangan jemaah haji embarkasi Banjarmasin 2026/1447 Masehi menggunakan pesawat Airbus A330 seri 300 dengan fokus pada layanan aman dan ramah lansia.
Jemaah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) akan transit di Bandara Kualanamu sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Plh General Manager Garuda Indonesia, Hendra Riwanto menjelaskan, penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat 24 April dinihari dengan skema penerbangan langsung dari Bandara Internasional Kualanamu, Medan, baik fase keberangkatan maupun pemulangan.
Dalam skema tersebut, jemaah asal Kalsel dan Kalteg akan terlebih dahulu menuju Kualanamu untuk transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.
“Untuk pengisian bahan bakar (refuelling) sebelum melanjutkan perjalanan langsung ke Jeddah atau Madinah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/4/26).
Ia menyebutkan, pesawat Airbus A330-300 yang digunakan memiliki kapasitas besar untuk mengangkut jemaah dalam setiap kelompok terbang (kloter).
“Kalau kapasitasnya 360 penumpang untuk setiap kloter, sama dengan spesifikasi tahun lalu,” katanya.
Sebelum operasional dimulai, Hendra menjelaskan, pesawat dijadwalkan tiba di Banjarmasin tanggal 21 April 2026 untuk menjalani proses persiapan, termasuk branding dan pemenuhan standar perlengkapan khusus penerbangan haji.
Terkait kondisi kawasan Timur Tengah, Garuda Indonesia memastikan jalur penerbangan tetap aman bagi jemaah dan tidak terdampak konflik, karena rute yang digunakan berada di luar wilayah rawan.
Untuk menjamin kelancaran operasional, maskapai juga telah menyiapkan dua pesawat cadangan yang ditempatkan di Jakarta dan Solo sebagai langkah antisipasi.
“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi ketidakteraturan maupun masalah teknis, sehingga operasional bisa tetap berjalan,” tuturnya.
Selain armada, Garuda juga memastikan, standar layanan selama penerbangan, termasuk penyediaan konsumsi bagi para jemaah, di mana tetap mengacu pada standar internasional dengan memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan.
“Kami pastikan dan optimalkan makanannya yang tetap fresh selama penerbangan baik pulang maupun nanti pemberangkatan. Jadi tetap tersertifikasi,” pungkasnya.



