REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) www.radenintan.ac.id semakin memantapkan langkah membuka Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV). Dalam rapat pembahasan bersama pimpinan universitas dan Senat, usulan tersebut mendapat dukungan kuat disertai berbagai rekomendasi strategis agar DKV UIN RIL hadir sebagai program studi yang memiliki identitas keilmuan berbeda dan mampu menjawab kebutuhan industri kreatif digital.
Ketua Senat UIN RIL, Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag, menegaskan bahwa kehadiran Prodi DKV di lingkungan FDIK merupakan langkah yang relevan karena memiliki keterkaitan erat dengan disiplin ilmu komunikasi. Namun, menurutnya, keunggulan DKV UIN RIL tidak boleh hanya bertumpu pada kemampuan teknis desain visual.

Ia menekankan, program studi tersebut harus dibangun di atas fondasi integrasi antara teknologi visual, komunikasi, dakwah, dan nilai-nilai Islam sehingga mampu melahirkan desainer yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan pesan yang bermakna.
“Yang perlu dibangun bukan sekadar kemampuan teknologi visual, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan dan dakwah melalui media visual berbasis nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Masukan strategis juga disampaikan Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd yang menyoroti pentingnya penyusunan proposal akademik sesuai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
Menurutnya, proposal pembukaan prodi harus didukung data yang kuat mengenai kebutuhan lulusan DKV di tingkat regional, nasional hingga internasional. Selain itu, kurikulum wajib memiliki pembeda yang jelas melalui pendekatan Outcome Based Education (OBE) dengan mengintegrasikan komunikasi, teknologi visual, dan nilai-nilai komunikasi Islam seperti qaulan ma’rifa, qaulan sadida, qaulan baligha, dan qaulan layyina.
Sementara itu, Dekan FDIK Prof. Dr. Faizal, M.Ag menyebut penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian utama, terutama pemenuhan dosen yang memiliki linieritas keilmuan sesuai standar. Menurutnya, kombinasi kompetensi komunikasi dan industri kreatif akan menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja.
Dari sisi kelembagaan, Sekretaris Senat Prof. Dr. H. Bahruddin, M.Ag memastikan rekomendasi Senat terhadap pembukaan Prodi DKV segera diterbitkan. Ia juga mendorong penguatan fasilitas pendukung, terutama laboratorium dakwah dan media penyiaran digital sebagai sarana praktik mahasiswa.
Senada dengan itu, anggota Senat Prof. Dr. H. Arsyad Sobry Kesuma, M.A mengingatkan bahwa konsep integrasi ilmu dan nilai-nilai Islam harus diwujudkan secara nyata dalam kurikulum, kompetensi dosen, hingga proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi slogan akademik.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Perumus Pembukaan Prodi DKV Dr. H. Khairullah, M.A menjelaskan bahwa pendirian program studi tersebut merupakan respons terhadap pesatnya perkembangan industri kreatif digital dan meningkatnya jumlah lulusan SMA, MA, serta terutama SMK jurusan DKV di Provinsi Lampung yang membutuhkan jenjang pendidikan tinggi yang linier.
Menurutnya, transformasi digital, pertumbuhan ekonomi kreatif, pemasaran digital, hingga perkembangan era Society 5.0 menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai desain visual, tetapi juga memahami komunikasi, budaya, etika, dan nilai-nilai keislaman.
Ia menjelaskan, DKV UIN RIL akan memiliki karakter khas melalui pendekatan integratif yang memadukan desain visual, teknologi digital, komunikasi, dakwah, serta budaya Nusantara. Konsep tersebut dirangkum dalam filosofi LENTERA (Lokalitas, Estetis, Religiusitas, dan Tradisi) sebagai fondasi pengembangan keilmuan.
Melalui filosofi itu, UIN RIL menargetkan lahirnya lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif, tetapi tetap berpegang pada nilai religius, humanisme, dan tanggung jawab sosial.
Sebagai tindak lanjut, FDIK akan menyempurnakan proposal sesuai rekomendasi Senat sebelum dokumen diunggah ke Sistem Informasi Kelembagaan (SIAGA). Kehadiran Prodi DKV diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta kreatif berbasis teknologi visual, komunikasi, industri kreatif, dan nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat kontribusi UIN Raden Intan Lampung dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di era ekonomi digital.



