REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Forum Lalu Lintas Kota Banjarbaru menutup sementara dua manuver putar balik (U-turn) di Jalan Angkasa atau akses menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kamis (10/7/26).
Penutupan dilakukan sebagai uji coba rekayasa lalu lintas setelah kedua titik tersebut dinilai rawan karena memicu kecelakaan.

Dua U-turn yang ditutup itu berada di Simpang Jalan Manggis dan depan Komplek Citra Raya Angkasa menggunakan water barrier.
Sementara evaluasi akan berlangsung selama tiga hingga enam bulan sebelum diputuskan apakah akan diberlakukan secara permanen.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Tomy Hariadi mengatakan, keputusan diambil berdasarkan hasil rapat Forum Lalu Lintas yang menindaklanjuti laporan masyarakat serta hasil kajian teknis di lapangan.
“Awalnya rekomendasi pertama hanya menutup U-turn Jalan Manggis – Jalan Angkasa saja. Namun, berdasarkan rekomendasi forum saat rapat, U-turn di depan Komplek Citra Angkasa juga dinilai perlu ditutup,” ujarnya.
Menurutnya, posisi akses keluar-masuk kendaraan dari Komplek Citra Raya Angkasa yang berhadapan langsung dengan U-turn membuat kendaraan kerap saling berpotongan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi tersebut juga diperkuat dengan data kecelakaan dari Polres Banjarbaru yang menunjukkan lokasi itu termasuk titik rawan.
“Faktor keselamatan berlalu lintas lebih kita utamakan. Saat simulasi tadi, kami pantau hampir sekitar 2 jam di lokasi dan memang banyak sekali konflik lalu lintas yang terjadi,” katanya.
Selain di Jalan Angkasa, Forum Lalu Lintas juga menerapkan rekayasa lalu lintas di Simpang Jalan Lingkar Utara–Jalan Kurnia atau kawasan Letter S.
Berbeda dengan penutupan U-turn, lokasi ini hanya dipasang water barrier sebagai pembatas dan pengarah arus kendaraan, sedangkan akses di ujung simpang masih tetap dibuka.
“Harapan kita, masyarakat bisa menaati perilaku berlalu lintas yang baik. Melalui observasi ini, kita akan lihat penanganan mana yang terbaik,” ucapnya.
Namun, selama masa uji coba, Dishub Banjarbaru bersama kepolisian dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap dampak rekayasa lalu lintas.
Kemudian hasil evaluasi nantinya menjadi dasar untuk menentukan apakah penutupan dan pengaturan arus akan dipermanenkan.
“Tidak menutup kemungkinan statusnya akan kita permanenkan, dan untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan pihak PU yang juga berhadir dalam rapat kemarin,” tutupnya.



