REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dua mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Inatsa Dwi Tatsbita dan Aisyiyah Nurul Hidayat telah berhasil menyabet Juara I lomba poster ilmiah internasional di ajang The International NursFest 6.0 yang diselenggarakan oleh Bhakti Wijaya Institute of Health Sciences.
Gelar juara tersebut diraih berkat gagasan inovatif bertajuk ‘ChroniCare: An AI-Integrated Telepharmacy Platform to Chronic Disease Management’.


Platform telepharmacy berbasis kecerdasan buatan (AI) itu dirancang untuk pemantauan kesehatan, pengingat minum obat, hingga layanan konsultasi daring guna mendukung pengelolaan penyakit kronis secara lebih adaptif dan efektif.
Proses menuju panggung tertinggi internasional tersebut diakui tidak berjalan mulus.
Selain harus membenahi kekurangan dari ajang sebelumnya, keduanya dituntut piawai membagi fokus di tengah padatnya jadwal perkuliahan.
“Membagi waktu antara persiapan lomba dan aktivitas akademik yang cukup padat, termasuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Akhir Praktikum (UAP), serta Objective Structured Clinical Examination (OSCE),” ungkap Inatsa.
Kerja keras mengelola waktu di tengah tekanan ujian akademik tersebut akhirnya terbayar tuntas saat pengumuman pemenang digelar secara daring pada 4 Juli 2026.
Kompetisi berskala global itu memposisikan karya inovasi ULM sebagai yang terbaik di antara deretan peserta lintas daerah dan negara.
“Pengalaman dari kompetisi sebelumnya menjadi motivasi kami untuk terus melakukan perbaikan dan mencoba tantangan di tingkat yang lebih luas,” tegas Inatsa.
Perjuangan panjang menghadapi ketatnya kompetisi serta evaluasi berulang menjadi kunci utama keberhasilan mereka menembus kancah internasional.
“Pencapaian ini membuat kami sangat senang, bangga, dan bersyukur. Terlebih, hasil ini merupakan buah dari proses panjang yang penuh tantangan dan evaluasi dari pengalaman sebelumnya,” tuturnya.
Keberhasilan tersebut Ia berharap dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika ULM supaya tidak ragu menembus batas dan berani bersaing di panggung global, meskipun harus mengawali langkah dari sebuah kegagalan.
“Jadikan setiap kegagalan sebagai bahan evaluasi untuk berkembang menjadi lebih baik. Persiapkan diri dengan matang, manfaatkan kritik yang membangun, dan tetap konsisten dalam berproses. Kesempatan untuk meraih prestasi akan selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan tidak mudah menyerah,” pesannya.



