REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Penguatan struktur organisasi hingga kemandirian ekonomi anggota menjadi fokus utama kunjungan Ketua OKK DPN Tani Merdeka Indonesia, Wawan, ke Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Dalam agenda tersebut, Wawan didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya.
Rombongan disambut langsung Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanah Laut, H Samsul bersama Sekretaris H Saukani dan jajaran pengurus dan anggota. Pertemuan konsolidasi digelar sebagai upaya memastikan roda organisasi di tingkat kabupaten berjalan selaras dengan visi dan misi nasional, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan petani.
Dalam arahannya, Minggu (1/3/2026/ Wawan menekankan pentingnya penguatan organisasi, peningkatan soliditas antar pengurus, serta koordinasi intensif antara Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Menurutnya, efektivitas program kerja sangat bergantung pada komunikasi dan sinergi lintas tingkatan kepengurusan. Tanpa koordinasi yang baik, program yang dirancang di pusat berpotensi tidak tepat sasaran di lapangan.

Ia juga menegaskan bahwa organisasi tidak boleh hanya kuat di struktur, tetapi juga harus benar-benar hadir di tengah petani. Peran aktif pengurus dalam membangun komunikasi langsung dengan petani dinilai menjadi kunci agar Tani Merdeka Indonesia dirasakan manfaatnya secara nyata.
Sementara itu, H Samsul menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal di Tanah Laut. Ia memastikan seluruh jajaran DPD siap menjalankan program organisasi sesuai arahan DPN dan DPW, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan petani setempat.
Tak hanya konsolidasi organisasi, agenda kunjungan juga dilanjutkan dengan peninjauan Pabrik Kelapa Sawit PT Batu Gunung Mulia Putra Agro yang berlokasi di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan DPD setempat untuk memperlihatkan secara langsung pengelolaan pabrik yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi anggota. Pabrik tersebut diketahui dikelola oleh Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanah Laut dan menjadi salah satu unit usaha strategis organisasi di daerah.

Bagi DPN, keberadaan pabrik ini bukan sekadar unit produksi, tetapi simbol kemandirian ekonomi anggota. Dengan pengelolaan berbasis koperasi, nilai tambah hasil perkebunan sawit diharapkan tidak hanya dinikmati oleh pihak luar, melainkan kembali kepada petani sebagai pemilik sekaligus pelaku usaha.
Dalam peninjauan tersebut, DPN memastikan kesiapan operasional pabrik sekaligus memetakan potensi pengembangan usaha ke depan. Evaluasi mencakup kapasitas produksi, tata kelola manajemen, hingga peluang peningkatan efisiensi dan perluasan pasar.
Kunjungan ini memperlihatkan pendekatan ganda yang ditempuh organisasi: memperkuat fondasi kelembagaan sekaligus membangun basis ekonomi anggota. Konsolidasi organisasi menjadi landasan, sementara unit usaha seperti pabrik kelapa sawit menjadi instrumen konkret peningkatan kesejahteraan.
Dengan sinergi antara pengurus pusat, wilayah, dan daerah yang terus diperkuat, Tani Merdeka Indonesia optimistis mampu menjalankan program secara maksimal. Harapannya, organisasi ini tidak hanya menjadi wadah aspirasi, tetapi juga motor penggerak kemandirian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Laut serta wilayah lainnya.



