REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi desa berbasis kolaborasi. Melalui Workshop bertajuk “Sinergi Kerja Sama Antar Desa dalam Mengembangkan Potensi Desa dan Produk Unggulan Desa Menuju Kemandirian Ekonomi”, DPMD Banjar mempertemukan para pemangku kepentingan desa di Hotel Delima, Kecamatan Kertak Hanyar, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 139 peserta, yang terdiri dari Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan, pambakal, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, serta keterwakilan perempuan dari Kecamatan Tatah Makmur, Kecamatan Beruntung Baru, dan sebagian wilayah Kecamatan Gambut. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kekuatan ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Anshari, dalam arahannya menegaskan bahwa sinergi antar desa menjadi kunci untuk menciptakan kekuatan ekonomi kolektif yang mampu bersaing di tengah dinamika pasar saat ini.
“Desa dengan skala ekonomi kecil akan sulit berkembang jika berjalan sendiri. Namun melalui kolaborasi, seperti pembentukan BUMDes Bersama, kekuatan modal, kapasitas produksi, hingga akses pasar dapat meningkat berkali lipat,” tegas Hafizh.
Ia juga menyoroti peran strategis Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah konsolidasi produk unggulan desa sekaligus simbol kedaulatan ekonomi desa. Menurutnya, koperasi dan kerja sama antar desa harus menjadi motor penggerak hilirisasi produk lokal, sehingga nilai tambah tidak hanya dinikmati di hulu, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kemitraan Kawasan Perdesaan DPMD Banjar, Gusti Muhammad Chandra Suryana, dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen desa-desa dalam membangun kerja sama berbasis kawasan.
“Workshop ini bukan sekadar forum penyampaian materi, melainkan langkah awal untuk membangun kesepahaman bahwa desa-desa di Kabupaten Banjar harus bergerak bersama. Ketika potensi desa dipetakan dalam satu kawasan, maka kekuatan ekonomi akan terbentuk secara kolektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap desa diharapkan tidak hanya mampu mengenali potensi unggulannya masing-masing, tetapi juga memiliki mitra desa lain yang siap berkolaborasi, baik dalam produksi, pengolahan, maupun pemasaran.
Melalui workshop ini, DPMD Kabupaten Banjar menargetkan sejumlah capaian strategis, di antaranya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), terbitnya dasar hukum kerja sama antar desa, serta terbentuknya standar kualitas produk unggulan desa dalam satu kawasan. Dengan demikian, produk desa diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendorong desa-desa agar tidak hanya mandiri secara administratif, tetapi juga tangguh secara ekonomi melalui kolaborasi dan sinergi lintas wilayah.
Kegiatan ini diikuti oleh 139 peserta, yang terdiri dari Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan, pambakal, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, serta keterwakilan perempuan dari Kecamatan Tatah Makmur, Kecamatan Beruntung Baru, dan sebagian wilayah Kecamatan Gambut. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kekuatan ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Anshari, dalam arahannya menegaskan bahwa sinergi antar desa menjadi kunci untuk menciptakan kekuatan ekonomi kolektif yang mampu bersaing di tengah dinamika pasar saat ini.
“Desa dengan skala ekonomi kecil akan sulit berkembang jika berjalan sendiri. Namun melalui kolaborasi, seperti pembentukan BUMDes Bersama, kekuatan modal, kapasitas produksi, hingga akses pasar dapat meningkat berkali lipat,” tegas Hafizh.
Ia juga menyoroti peran strategis Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah konsolidasi produk unggulan desa sekaligus simbol kedaulatan ekonomi desa. Menurutnya, koperasi dan kerja sama antar desa harus menjadi motor penggerak hilirisasi produk lokal, sehingga nilai tambah tidak hanya dinikmati di hulu, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kemitraan Kawasan Perdesaan DPMD Banjar, Gusti Muhammad Chandra Suryana, dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen desa-desa dalam membangun kerja sama berbasis kawasan.
“Workshop ini bukan sekadar forum penyampaian materi, melainkan langkah awal untuk membangun kesepahaman bahwa desa-desa di Kabupaten Banjar harus bergerak bersama. Ketika potensi desa dipetakan dalam satu kawasan, maka kekuatan ekonomi akan terbentuk secara kolektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap desa diharapkan tidak hanya mampu mengenali potensi unggulannya masing-masing, tetapi juga memiliki mitra desa lain yang siap berkolaborasi, baik dalam produksi, pengolahan, maupun pemasaran.
Melalui workshop ini, DPMD Kabupaten Banjar menargetkan sejumlah capaian strategis, di antaranya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), terbitnya dasar hukum kerja sama antar desa, serta terbentuknya standar kualitas produk unggulan desa dalam satu kawasan. Dengan demikian, produk desa diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendorong desa-desa agar tidak hanya mandiri secara administratif, tetapi juga tangguh secara ekonomi melalui kolaborasi dan sinergi lintas wilayah.



