REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Banjarmasin masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam suasana khidmat di Aula Eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (13/12/2025).
Pelantikan pengurus organisasi yang mewadahi aspirasi petani tersebut dilakukan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, yang diwakili Sekretaris DPW Belly Grace Palit. Acara diawali dengan penampilan tarian tradisional sebagai simbol pelestarian budaya daerah dan semangat kebersamaan.
Prosesi pengukuhan berlangsung lancar dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi, pemerintah daerah, hingga aparat kewilayahan. Sebanyak 70 orang pengurus resmi dikukuhkan untuk mengemban amanah memimpin TMI Kota Banjarmasin selama lima tahun ke depan.

Ketua DPD TMI Kota Banjarmasin, Hanik Atur Rushidah, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan langsung bergerak menjalankan program kerja yang berfokus pada penguatan organisasi, advokasi kebijakan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
“Total ada 70 pengurus yang dilantik hari ini. Ini bukan sekadar struktur organisasi, tetapi tim kerja yang siap turun ke lapangan untuk mendampingi petani,” ujar Hanik usai pelantikan.
Dalam bidang advokasi, lanjut Hanik, TMI akan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi petani, khususnya terkait legalitas, pengelolaan anggaran, dan akses bantuan. Langkah ini dinilai penting agar petani memiliki dasar hukum yang kuat serta tidak lagi kesulitan menjangkau program-program pemerintah.
Selain itu, DPD TMI Kota Banjarmasin juga berkomitmen membina dan mengajak petani agar mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pengelolaan usaha tani yang lebih baik dan berkelanjutan.

Hanik turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, pertanian tidak boleh lagi dipandang sebagai profesi yang tertinggal, melainkan sektor strategis yang berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Petani adalah pilar ketahanan pangan. Anak muda jangan ragu terjun ke pertanian karena masa depan sektor ini sangat menjanjikan,” tegasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan plakat secara simbolis kepada DPW Tani Merdeka Indonesia, Pemerintah Kota Banjarmasin, serta Kodim setempat sebagai bentuk sinergi dan dukungan lintas sektor.
Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD TMI Kota Banjarmasin yang telah dilantik.
Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia dibentuk bukan sekadar simbol organisasi, melainkan wadah perjuangan nyata bagi petani di lapangan.

“Pelantikan ini bukan seremoni belaka. Ini adalah awal kerja konkret. Petani menghadapi banyak persoalan, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga keterbatasan akses teknologi,” ujarnya.
Alin menambahkan, Tani Merdeka Indonesia memiliki agenda jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui pelatihan pertanian modern, inovasi teknologi, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Tak hanya itu, organisasi ini juga aktif memperjuangkan hak-hak petani, termasuk kepemilikan lahan, perlindungan dari praktik curang, serta edukasi hukum agar petani memahami dan berani memperjuangkan haknya.
“Sekarang waktunya rakyat bersuara. Mungkin pemerintah pusat hanya mendengar dari kiri dan kanan. Melalui Tani Merdeka Indonesia, suara petani akan kami sampaikan langsung kepada Presiden,” tegas Alin.



