REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat sektor usaha mikro sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), digelar pelatihan kewirausahaan pemula yang dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membentuk kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan bisnis secara nyata.
Kegiatan ini dilaksanakan di Wisma Sultan Sulaiman BKPSDM, Martapura, Kamis (9/4/2026), dan diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar, termasuk perwakilan komunitas dan forum kewirausahaan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing, terutama di tengah persaingan pasar yang semakin ketat serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Banjar, Linda Yunianti, melalui Kepala Bidang Usaha Mikro, Rudy Mulyadi, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif dan aplikatif.
Menurutnya, banyak usaha mikro gagal berkembang bukan karena kurangnya modal, melainkan lemahnya pemahaman dasar dalam mengelola usaha.
“Pelatihan ini fokus pada fondasi. Kami ingin peserta memahami bagaimana memulai usaha dengan benar, mengelola keuangan, membaca peluang pasar, hingga menjaga keberlanjutan usaha,” jelas Rudy.
Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang disusun secara bertahap dan mudah dipahami, antara lain:
* Perencanaan usaha (business planning): bagaimana menentukan jenis usaha yang sesuai dengan potensi diri dan kebutuhan pasar
* Manajemen keuangan sederhana: pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan modal, serta menghitung keuntungan
* Strategi pemasaran: mulai dari pemasaran konvensional hingga pemanfaatan media digital
* Pengemasan produk (packaging): meningkatkan nilai jual agar produk lebih menarik di pasaran
* Legalitas usaha: pentingnya memiliki izin resmi seperti NIB, SP-PIRT, sertifikasi halal, dan merek dagang
Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banjar serta Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Kalimantan Selatan, yang memberikan wawasan langsung sesuai kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Tidak berhenti pada pelatihan, DKUMPP juga menyiapkan program pendampingan lanjutan. Hal ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha pemula yang membutuhkan bimbingan setelah memulai usaha.
Pendampingan tersebut meliputi:
* Akses permodalan melalui program pembiayaan atau kemitraan
* Fasilitasi perizinan usaha agar pelaku usaha memiliki legalitas yang lengkap
* Promosi dan pemasaran produk, termasuk peluang masuk ke pasar modern
* Pengembangan jejaring usaha, agar pelaku usaha bisa memperluas pasar
“Pelatihan ini bukan akhir, tetapi awal. Kami akan terus mendampingi agar usaha mereka benar-benar tumbuh dan bertahan,” tegas Rudy.
Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga menekankan pembentukan mental wirausaha. Peserta didorong untuk memiliki sikap disiplin, konsisten, serta berani menghadapi risiko usaha.
Motivasi ini dianggap penting karena banyak pelaku usaha pemula yang berhenti di tengah jalan akibat kurang percaya diri atau tidak siap menghadapi tantangan.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan lahirnya lebih banyak pelaku usaha mikro yang:
* Mampu bertahan dalam jangka panjang
* Menciptakan lapangan kerja baru
* Meningkatkan pendapatan keluarga
* Serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus tanda kesiapan mereka untuk terjun dan mengembangkan usaha.
Dengan pendekatan pelatihan yang terstruktur, praktis, dan berkelanjutan, DKUMPP Kabupaten Banjar optimistis mampu mencetak wirausaha-wirausaha baru yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.



